PRABUMULIH. Oposisinews.com.-Pembangunan drainase di jalan jenderal sudirman kelurahan cambai tepatnya di depan seberang SPBU samping Kantor Pajak Pratama (KPP) Prabumulih diduga tidak transparan. Bahkan patut dicurigai proyek tersebut tidak dilaksanakan sesuai prosedur sejak awal.

Dari laporan warga, material konstruksi beton semen yang dikerjakan diduga tidak sesuai dengan spek dan kualitas beton yang di tetapkan standarnya.

Saat turun ke lokasi, awak media mengecek bangunan drainase ternyata benar cukup mudah hancur bila terinjak, diduga campuran adukan material tidak sesuai dengan kualitas standar yang ditetapkan.

Bukan hanya itu awak media juga tidak menemukan papan nama pengumuman proyek tersebut, yang mana seharusnya di publikasikan bersumber dari mana anggaran proyek tersebut sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku

Transparansi anggaran sudah menjadi keharusan dilaksanakan pemerintah dalam menjalankan program kerjanya. Dimulai sejak awal sampai akhir sebuah proyek yang dilaksanakan pemerintah. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan tender, sampai pelaksanaan proyek.

Aturan tersebut sudah jelas tertera dalam UU No. 14 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selain UU KIP, ada beberapa aturan lain yang mempertegas tentang transparansi pelaksanaan program pemerintah.

Seperti Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (Permen PU 29/2006) dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan (Permen PU 12/2014).

Adapun secara teknis, aturan tentang pemasangan papan nama pengumuman proyek biasanya diatur lebih detail oleh masing-masing provinsi. Berarti jika di lapangan terdapat sebuah proyek yang tidak menyertakan papan pengumuman proyek, sudah jelas menabrak aturan. Bahkan patut dicurigai proyek tersebut tidak dilaksanakan sesuai prosedur sejak awal.

Dari konfirmasi awak media ke pekerja dilapangan Sugianto mengaku bahwa mereka sedang melaksanakan perbaikan pekerjaan yang rusak, dirinya beralasan beton yang rusak dikarenakan kondisi hujan yang deras beberapa hari kemarin, ditanya terkait plang proyek anto mengungkapkan memang tidak ada plang proyeknya.

” kita sedang melakukan perbaikan semen yang rusak, ini karena hujan deras kemarin, kami dengar proyek ini PUPR provinsi, dan papan pengumuman nama proyek memang tidak ada,” ungkapnya (08/03/2021)

Sementara hingga berita ini diterbitkan pengawas di lapangan, Lison, menjelaskan bahwa proyek drainase tersebut adalah proyek PUPR Provinsi, saat di tanya nama perusahaan pemenang lelang berapa nilai paket pekerjaan di papan pengumuman proyek dirinya enggan menjawab,

”Setau aku bukan dilelang ndo, itu pekerjaan PUPR langsung,” jawabnya melalui pesan singkat WA. (Tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *