Listen to this article

Sejarah Perintis Pendiri Rumah sakit umum Daerah Prabumulih

PRABUMULIH.-Lembayungnews.com.-Sejarah singkat tentang sedikit orang yang Berjasa dalam perkembangan dan Pembangunan Kota Prabumulih, khusus nya tentang sejarah berdirinya Rumah Sakit Umum Prabumulih.

Tulisan ini dibuat untuk mengenang Almarhum Bapak MEGENG SASTRO HUSODO, beliau adalah Perintis Pendiri Rumah Sakit Umum Prabumulih. Artikel ini kami buat berdasarkan tulisan anak Almarhum yaitu, Ir. H. Rahardjo Megeng,(Almarhum) untuk surat aslinya masih ada pada Keluarga, dan kami juga menyimpan arsip nya.

SEPINTAS SEJARAH ORANG TUA KAMI
DAN BERDIRINYA RUMAH SAKIT UMUM PRABUMULIH
****
Nama Orang tua kami : MEGENG SASTRO HUSODO Bin SOMADI WIYARJA
Lahir di Wonosobo 11 April 1911
Pendidikan Terakhir di CBZ Semarang Ahli Bedah tamatan tahun 1933 yang sekarang di ubah menjadi RUMAH SAKIT KARYADI SEMARANG.

Beliau di tugaskan oleh Pemerintah Hindia Belanda Tahun 1934 di Poliklinik Beringin (Sekarang Kecamatan Beringin) sampai Pemerintahan Jepang, dan di lanjutkan saat Kemerdekaan.

Dimana, willayah Beringin saat itu lebih besar dari Prabumulih, ini di buktikan dengan adanya Kantor DPU (Dinas Pekerjaan Umum) dan menginduk ke Baturaja. Semua pegawai negeri mengambil Gaji Ke Baturaja saat itu.


Saat bertugas di Beringin, beliau sangat dikenal oleh Masyarakat Prabumulih, Tanjung Rambang, Karang Agung, Baru Lubay, sebagai daerah Pengawasannya, dan beliau dianggap sebagai SESEPUH daerah tersebut, sehingga hampir semua Tokoh masyarakat saat itu mengenal Beliau sebagai ‘PAK MEGENG’.

Yang pasti beliau sebulan sekali datang ke Prabumulih membawa makanan dan obat- obatan, mengobati para penghuni panti sosial yang berada di samping terminal sekarang. Dengan hanya berkendaraan Gerobak Pir yang ditarik sapi, yang di modifikasi oleh beliau dan kemanapun beliau bertugas selalu naik gerobak sapi, karena tidak adanya kendaraan lain, dengan kondisi jalan yang berlumpur beliau selalu membawa peralatan masak untuk makan di Jalan.

Kebetulan saya Ir. H. RAHARJO MEGENG, sebagai orang yang tahu sedikit sejarah perkembangan Lematang Ilir Ogan Tengah(LIOT) II, pernah diajak rembuk bersama utusan Pemda Muara Enim, Camat Yusuf A. Wani, dan tokoh Pemuda seperti Almarhum Ismail Zailani ( Yang di tugasi study banding ke Kotif Cimahi), Samsul Arisi dan Saya sendiri, tentang perkembangan berdirinya Kotif Prabumulih dan Munculnya Kecamatan Prabumulih Barat dan Kecamatan Prabumulih Timur serta berdirinya Kecamatan Beringin.

Almarhum MEGENG SASTRO HUSODO bertugas di Beringin dari Tahun 1934 sampai dengan tahun 1949, kemudian karena kepala rumah sakit Baturaja Dr. Kasmir adalah orang Republik, dan tidak mau kerjasama dengan Pemerintah Belanda ia lebih memilih evakuasi, maka Almarhum MEGENG SASTRO HUSODO yang saat itu sebagai petugas Kesehatan, di pindahkan ke Rumah Sakit Baturaja, dan sekaligus menjadi pimpinan disana.

Saat perang merebut kemerdekaan, banyak tentara kita yang menderita luka-luka yang diselamatkan oleh beliau dengan membuang peralatan militer ke sumur, untuk mengjilangkan jejak, sehingga mereka dapat di selamatkan dibawah tanggung jawab beliau.

Pada tahun 1950 MEGENG SASTRO HUSODO di pindahkan ke KEWEDANAAN Lematang Ilir Ogan Tengah (LIOT) dengan Wedana nya Almarhum Abu Bakar, dan telah berganti-ganti Wedana sampai akhirnya di Jabat oleh Wedana Wani.

Saat itu, Rumah Sakit Prabumulih belum punya rumah sakit yang permanen, masih menumpang di Kantor Marga, yang sekarang menjadi Gedung Sekolah SD Negeri yang sebelumnya di jadikan lapangan tenis.

Saat Wedana Wani yang terkenal sebagai orang REPUBLIKEN sebagai Bapak PENDIDIKAN (Tokoh berdirinya Sekolah Yayasan Bakti) dan di gelari BAPAK PEMBANGUNAN KOTA PRABUMULIH, dimana dengan jabatannya sebagai Wedana,beliau membuka jalan-jalan baru dengan turut memandori diatas Traktor BPM yang beliau minta, dan memberikan penjelasan kepada masyarakat yang tanah nya di lalui oleh Traktor tersebut sehingga terbentuk lah Prabumulih, yang sekarang mejadi pesat berkembangnya dan dapat di nikmati oleh Masyarakat saat ini, beliau pantang menyerah sebagai Pejuang bangsa disaat sedang berkembangnya Pembangunan di Prabumulih.

Almarhum MEGENG SASTRO HUSODO mengajukan usul Pembangunan Rumah Sakit Umum yang permanen lengkap dengan sket usulan, yaitu mencontoh Rumah Sakit Umum Baturaja. Usul tersebut di setujui dan di berikan tanah yang sekarang dibangun dengan dana dari Pemerintah, sehingga Prabumulih saat itu telah memiliki Rumah Sakit Umum dan mulai di operasikan.

Karena Rumah Sakit yang lama sudah tidak terpakai lagi, lalu dibongkar dan dijadikan lapangan tenis, dan kemudian dijadikan Gedung SD Negeri.

Saat pembangunan Rumah Sakit itu, semula pada saat akan di resmikan, akan dinamakan rumah sakit tersebut dengan namanya, tetapi beliau menolak, saat itu karena Beliau masih hidup katanya.

Seiring waktu berjalan, beliau di pindahkan ke Curup, laĺu tak lama kemudian beliau dipindahkan kembali ke Prabumulih, sampai pada beliau wafat tahun 1968 di rumah sakit yang beliau buat.

Demikianlah seklias sejarah perjuangan beliau, yakni dari tahun 1934 sampai dengan 1968 (34 tahun mengabdi kepada Negara dengan tidak memperhatikan pangkat yang tidak diurus karena menurutnya pangkat bukan di minta tapi diberikan berdasarkan prestasi, dan uniknya menjelang pensiun saya yang mengurusnya di Bandung, dan gajinya sudah di stop sebelum SK pensiunnya diterbitkan, dan beliau tidak menikmati pensiunnya kerena setelah satu minggu saya kembali dari mengurus pensiun tersebut, beliau telah dipanggil oleh Allah Swt. dan inilah yang menjadi Pedoman saya sebagai anaknya dalam menjalankan tugas Negara.

Sedikit riwayat yang memberikan penjelasan kisah ini ;
Nama : Ir. H. RAHADJO MEGENG
Lahir di : Palembang 30 mei 1939
Alamat sekarang : Jln. Terbang Layang Blok G XI N0. 12 A Arcamanik Bandung
Anak Tertua Beliau
Pendidikan
1. Tamatan SR No. 1 Prabumulih Tahun 1953
2. Tamatan SMP Yayasan Bakti Prabumulih Tahun 1956
3. Tamatan SMA Xaverius Palembang Tahun 1959
4. Masuk ITB Tahun 1959
5. Meneruskan di UNSRI 1961 bertugas sebagai Kepala Lab FISIKA / Kepala Mekanika Tanah
6. Di tugaskan belajar ke ITB tahun 1967
7. Menjadi GURU SMA Negeri 1 Prabumulih Demi mengurusi IBU Sakit tahun 1968 ( Berhenti Kuliah )
8. 1978 Ibu Meninggal
9. 1979 melanjukan Kembali kuliah sambal mengajar dan menjadi Instruktur PKG dengan Kuliah Naik Motor PP Prabumulih – Palembang
10.1981 Menjadi Sarjana Teknik Sipil
11. 1981 Diangkat menjadi Kepala SMA Negeri 1 Prabumulih
12. 1989 diangkat menjadi Kepala Kantor Pendidikan Kabupaten Lahat ( KAKANDEP)
13.1991 diangkat menjadi Kepala bagian Perencanaan Kakanwil Prop SUMSEL
14.1994 diangkat menjadi Pengawas Pendidikan
15.1995 Hijrah Ke Bandung diangkat menjadi Koordinator Pengawas Provinsi Jawa Barat dengan Pangkat IV/B Pembina Tingkat I
16.1999 Usia 60 tahun di Pensiunkan
17. 1999 sekarang di minta menjadi Pelaksana Harian Yayasan Krida Nusantara Bandung SMA Terpadu Krida Nusantara (Sekolahnya Ibu Tri Sutrisno)

Bandung, 11 Juni 2006
Ttd
Ir. H. Raharjo Megeng

Catatan : Almarhum Bapak, Ir. H. Raharjo Megeng meninggal dunia 27 Oktober 2019 di Bandung.

**
Catatan ini saya copas dari laman salah satu group Fb yang saya ikuti, sebagai bentuk apresiasi terhadap beliau yang telah berjasa pada kota tercinta ini. Tulisan sesuai dengan aslinya, meski ada beberapa yang saya edit, demi penyesuaian kaidah penulisan, jika ada yang terhapus dan tidak berkenan, saya mohon dimaafkan, dan mohon ijinnya untuk dipublish.(Rasman Ifhandi)

Pak megeng yang duduk ditengah, tahun 1968

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *