Driver Ojol Curhat ke Ahmad Luthfi, Tetap Bekerja Sambil Momong Anak

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | OPOSISINEWS.COM – Aksi unjuk rasa pengemudi ojek online (ojol) di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026), menghadirkan kisah perjuangan seorang ibu yang bertahan hidup di tengah tekanan ekonomi.

Ratna Yuniarti (33), driver ojol asal Kota Semarang, datang membawa anak balitanya untuk menyampaikan langsung keluhan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Ratna menghampiri Ahmad Luthfi saat gubernur duduk bersama para driver di tangga kantor gubernur. Luthfi kemudian mengajak Ratna dan anaknya duduk di sampingnya.

Percakapan keduanya berlangsung santai dan penuh keakraban.

Di hadapan gubernur, Ratna menceritakan perjuangannya menjalani pekerjaan sebagai driver ojol sambil mengasuh anak.

Ia mengaku harus membawa anak bungsunya bekerja setiap hari karena belum mampu membayar pengasuh.

“Sekarang ngekos di Lamper. Saya sudah jadi driver ojol sejak 2017. Suami bekerja di Malaysia sejak Desember 2025,” ujar Ratna.

Sejak sang suami merantau, Ratna menjadi tulang punggung keluarga di Semarang.

Setiap hari ia mulai bekerja pukul 05.30 WIB hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Selama bekerja, anak bungsunya selalu ikut menemaninya berkeliling kota.

Sementara dua anak lainnya masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 1 dan kelas 3 SD.

Ratna mengaku sering merasa khawatir saat membawa anak bekerja di jalan.

Namun kondisi ekonomi membuatnya tetap bertahan menjalani rutinitas tersebut.

“Kalau tidak kerja, keluarga tidak bisa makan. Mau bayar orang buat momong anak juga belum sanggup,” katanya.

Ratna juga menyambut baik rencana penyediaan fasilitas day care bagi driver ojol perempuan.

Menurutnya, banyak pengemudi lain mengalami kondisi serupa dan membutuhkan tempat penitipan anak yang aman.

Selain persoalan pengasuhan anak, Ratna turut mengeluhkan kecilnya penghasilan driver ojol saat ini.

Dalam sehari, ia biasanya menyelesaikan sekitar 10 pesanan dengan pendapatan kotor Rp70 ribu hingga Rp80 ribu.

Namun setelah aplikasi memotong biaya layanan dan kebutuhan operasional kendaraan, ia hanya membawa pulang sekitar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per hari.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ahmad Luthfi menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus mengawal tuntutan para driver ojol, termasuk soal tarif dan regulasi transportasi online.

Menurut Luthfi, persoalan utama driver ojol tidak hanya berkaitan dengan tarif, tetapi juga belum adanya aturan yang jelas mengenai hubungan kemitraan antara driver dan perusahaan aplikasi.

“Karena sistemnya kemitraan, maka driver dan perusahaan harus duduk bersama membangun komunikasi. Pemerintah siap memfasilitasi,” ujar Luthfi.

Ia menambahkan, Pemprov Jawa Tengah sudah mengirim surat kepada Kementerian Perhubungan terkait tuntutan para driver ojol.

Bahkan, pemerintah juga berencana mengajak perwakilan driver bertemu langsung dengan Menteri Perhubungan di Jakarta.

Luthfi juga meminta jajarannya mengevaluasi aturan transportasi online di Jawa Tengah agar lebih sesuai dengan kebutuhan para pengemudi di lapangan.

“Kami akan terus mengawal aspirasi driver ojol supaya mereka mendapat solusi yang lebih baik,” tegasnya.

Berita Terkait

Jepara Perkuat Syiar Keagamaan, Majelis Selawat Bersama Habib Syech Diusulkan Jadi Agenda Berkala
Raih Penghargaan SBBI 2026, Ahmad Luthfi Tegaskan Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan Jawa Tengah
Mobil Raib, Pelaku Dipenjara 20 Bulan, Korban: Grand Livina Saya Mana?
Dugaan Tambang Galian C Belum Berizin di Pagerejo Kertek Jadi Sorotan, APH Diminta Bertindak Tegas
Diduga Kebal Hukum, Pengangsu Solar Subsidi Masih Bebas Isi BBM di Dua SPBU Ambarawa
JAMAS Laporkan Dugaan Penyimpangan Pengadaan Proyek DPU Kabupaten Semarang ke Kejati Jateng
Hampir 3.000 Atlet Bertarung di Gubernur Jateng Cup 2026, Ajang Mencetak Bintang Taekwondo Masa Depan
Semarang Siap Sambut MTQ Nasional XXXI, Harmoni Al-Qur’an Jadi Semangat Utama

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:18

Jepara Perkuat Syiar Keagamaan, Majelis Selawat Bersama Habib Syech Diusulkan Jadi Agenda Berkala

Sabtu, 18 Juli 2026 - 01:16

Raih Penghargaan SBBI 2026, Ahmad Luthfi Tegaskan Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan Jawa Tengah

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:03

Mobil Raib, Pelaku Dipenjara 20 Bulan, Korban: Grand Livina Saya Mana?

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:10

Dugaan Tambang Galian C Belum Berizin di Pagerejo Kertek Jadi Sorotan, APH Diminta Bertindak Tegas

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:08

Diduga Kebal Hukum, Pengangsu Solar Subsidi Masih Bebas Isi BBM di Dua SPBU Ambarawa

Senin, 6 Juli 2026 - 10:34

JAMAS Laporkan Dugaan Penyimpangan Pengadaan Proyek DPU Kabupaten Semarang ke Kejati Jateng

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:02

Hampir 3.000 Atlet Bertarung di Gubernur Jateng Cup 2026, Ajang Mencetak Bintang Taekwondo Masa Depan

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:49

Semarang Siap Sambut MTQ Nasional XXXI, Harmoni Al-Qur’an Jadi Semangat Utama

Berita Terbaru