Viral Pengeroyokan Pedagang Cilok di SPBU Tengaran Berakhir Damai di Polres Semarang

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Ghifari

KABUPATEN SEMARANG,OPOSISINEWS.COM — Sebuah insiden pengeroyokan menimpa seorang pedagang cilok di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, pada Selasa (15/9/2026) sore.

Peristiwa yang sempat viral di media sosial ini dipicu oleh sekelompok anak punk yang tidak terima saat ditegur oleh korban ketika mereka sedang terlibat keributan internal.

Kapolsek Tengaran, Iptu Budi Prihanto, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat rombongan anak punk tersebut menghentikan perjalanan mereka di SPBU Tengaran karena salah satu sepeda motor rekannya mengalami mogok. Saat mencoba memperbaiki kendaraan, terjadi perselisihan dan cekcok di antara sesama anggota rombongan.

Melihat keributan tersebut, seorang pedagang cilok di lokasi kejadian, Ahmad (40), berinisiatif memberikan teguran. Namun, teguran itu justru menyulut emosi kelompok tersebut.

“Rombongan anak punk ini merasa tersinggung dengan teguran korban. Bukannya merespons dengan baik, mereka malah merusak gerobak cilok milik korban,” ujar Iptu Budi saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2026).

Warga yang sedang mengantre di SPBU sempat mencoba melerai. Kendati demikian, situasi memanas hingga kelompok tersebut melakukan pengeroyokan terhadap pedagang di sekitar lokasi.

Mendapat laporan mengenai keributan itu, personel Polsek Tengaran langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas berhasil mengamankan kelompok anak punk tersebut dan menyerahkannya ke Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Semarang untuk proses lebih lanjut.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, menambahkan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan pihak yang terlibat pada Rabu (16/9/2026) sore.

Berdasarkan hasil mediasi yang difasilitasi kepolisian, kedua belah pihak yakni Ahmad selaku pemilik usaha cilok dan Sultan (28) sebagai perwakilan rombongan anak punk sepakat untuk menyelesaikan perkara ini secara damai.

Ahmad menyampaikan apresiasinya atas respons cepat dan penanganan mediasi yang dilakukan oleh Polres Semarang. Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bersama.

“Terima kasih atas penanganan dan mediasi yang diberikan pihak Polres Semarang, semoga menjadi pembelajaran bersama untuk bisa lebih menghargai saat berada di wilayah orang lain,” ungkap Ahmad.

Sementara itu, Sultan selaku perwakilan rombongan menyampaikan permohonan maaf dan memastikan kejadian serupa tidak akan terulang. Ia menjamin bahwa ke depannya, rombongannya akan menjaga sikap, tingkah laku, dan perbuatan saat sedang singgah dalam perjalanan. (*)

Berita Terkait

Tuding Ada Kriminalisasi Kasus SKCK, Pemohon Praperadilan Polres Semarang Siap Lapor ke DPR RI
Sungai Berubah Hitam dan Bau, DLH Kabupaten Semarang Beri Waktu Satu Bulan Pemilik Usaha Usus Benahi IPAL
Kedepankan Kepentingan Anak, Kasus Dugaan Perundungan di SD Ungaran Diselesaikan Lewat Musyawarah
Sungai di Bringin Tercemar Limbah Usus Ayam, Warga Mengeluh Bau Menyengat dan Air Berwarna Hitam Kekuningan
Edarkan Sabu, Pasangan Suami Istri di Ungaran Ditangkap Polisi
Gugatan Cacat Hukum Polres Semarang Dicabut, Kuasa Hukum Yohanes Siapkan Berkas Baru
Bukan Mati Alami! Hasil Autopsi Bayi Terkubur di Perkebunan Semarang Ungkap Fakta Mengerikan
Ditengarai Kontraktor Langgar Aturan, Tanah Galian Proyek Drainase Rp400 Juta di Pesayangan Diduga Dijual

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50

Tuding Ada Kriminalisasi Kasus SKCK, Pemohon Praperadilan Polres Semarang Siap Lapor ke DPR RI

Rabu, 30 September 2026 - 14:15

Sungai Berubah Hitam dan Bau, DLH Kabupaten Semarang Beri Waktu Satu Bulan Pemilik Usaha Usus Benahi IPAL

Rabu, 30 September 2026 - 14:01

Kedepankan Kepentingan Anak, Kasus Dugaan Perundungan di SD Ungaran Diselesaikan Lewat Musyawarah

Jumat, 25 September 2026 - 14:36

Sungai di Bringin Tercemar Limbah Usus Ayam, Warga Mengeluh Bau Menyengat dan Air Berwarna Hitam Kekuningan

Jumat, 25 September 2026 - 13:58

Edarkan Sabu, Pasangan Suami Istri di Ungaran Ditangkap Polisi

Senin, 21 September 2026 - 05:33

Gugatan Cacat Hukum Polres Semarang Dicabut, Kuasa Hukum Yohanes Siapkan Berkas Baru

Rabu, 16 September 2026 - 15:35

Viral Pengeroyokan Pedagang Cilok di SPBU Tengaran Berakhir Damai di Polres Semarang

Rabu, 9 September 2026 - 12:33

Bukan Mati Alami! Hasil Autopsi Bayi Terkubur di Perkebunan Semarang Ungkap Fakta Mengerikan

Berita Terbaru