Ditengarai Kontraktor Langgar Aturan, Tanah Galian Proyek Drainase Rp400 Juta di Pesayangan Diduga Dijual

Sabtu, 5 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Fajar

SLAWI,OPOSISINEWS.COM – Proyek pembangunan sistem drainase di Desa Pesayangan, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, menuai sorotan tajam. Pihak kontraktor pelaksana diduga kuat memperjualbelikan material tanah bekas galian proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Tegal Tahun Anggaran 2026 secara ilegal.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan pada Rabu (2/9/2026), ditemukan indikasi bahwa tanah sisa kerukan tersebut dijual kepada warga di luar Desa Pesayangan. Material galian tersebut dihargai sekitar Rp300.000 per armada truk.

Proyek infrastruktur bernilai lebih dari Rp400 juta ini dikerjakan oleh CV Karya Muda, perusahaan rekanan milik seorang pengusaha berinisial H. Tindakan komersialisasi material ini dinilai menabrak aturan hukum mengenai pengelolaan aset daerah.

Secara regulasi, tanah hasil kerukan dari proyek fasilitas umum yang dibiayai oleh uang negara (APBD) berstatus sebagai aset daerah. Pihak ketiga atau rekanan hanya diberikan mandat untuk menggali dan memindahkannya ke lokasi pembuangan resmi (disposal area), bukan memilikinya untuk mencari keuntungan pribadi. Terlebih, dokumen kontrak kerja umumnya telah mengalokasikan anggaran khusus untuk biaya pembuangan material.

 

Hingga berita ini diturunkan, pemilik CV Karya Muda berinisial H alias Hasan selaku penanggung jawab proyek belum memberikan respons saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Sabtu (5/9/2026).

Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto Raharjo, S.T., M.T., M.A., berjanji akan segera menindaklanjuti temuan lapangan tersebut.

“Matur nuwun infonya. Kami konfirmasi dulu ke Kabid,” ujar Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tegal saat dihubungi harian7.com, Sabtu (5/9/2026).

Tindakan oknum kontraktor ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat setempat. Pasalnya, lahan milik desa yang diperuntukkan bagi Koperasi Desa Merah Putih saat ini sedang membutuhkan tanah urukan dalam jumlah besar guna mengantisipasi banjir saat musim hujan tiba. Warga menyayangkan material tersebut justru dikomersialkan ke luar desa ketimbang dimanfaatkan untuk kepentingan fasilitas publik setempat. (*)

Berita Terkait

Cekcok Berujung Maut, Pemuda Blora Cekik Kekasih dan Buang Jasadnya di Lereng Tol Jangli
Viral Tiga Remaja Naik Motor Bawa Senjata Tajam Diamankan Polisi
Geger! Warga Bandungan Temukan Bayi di Bawah Pohon Mahoni
SH Terate Masih Bersengketa, LHA Soroti Perkara Merek, Kepengurusan hingga Padepokan
Galian C di Ngabean Boja Diduga Masih Beroperasi, Legalitas Dipertanyakan,  LAI BPAN Jateng Desak ESDM dan APH Bertindak
707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan MBG, Vio Sari Desak Pengusutan Tuntas
Diduga Jadi Lapak Togel di Pasar Hewan Jelok Boyolali, Warga Minta Polisi Bertindak Tegas
Legalitas Koperasi Makarti Jaya Dinilai Jadi Fondasi Penguatan Ekonomi Desa di Kotim

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 06:07

Ditengarai Kontraktor Langgar Aturan, Tanah Galian Proyek Drainase Rp400 Juta di Pesayangan Diduga Dijual

Sabtu, 5 September 2026 - 04:05

Cekcok Berujung Maut, Pemuda Blora Cekik Kekasih dan Buang Jasadnya di Lereng Tol Jangli

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:55

Viral Tiga Remaja Naik Motor Bawa Senjata Tajam Diamankan Polisi

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:16

Geger! Warga Bandungan Temukan Bayi di Bawah Pohon Mahoni

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:46

SH Terate Masih Bersengketa, LHA Soroti Perkara Merek, Kepengurusan hingga Padepokan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:13

Galian C di Ngabean Boja Diduga Masih Beroperasi, Legalitas Dipertanyakan,  LAI BPAN Jateng Desak ESDM dan APH Bertindak

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:42

707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan MBG, Vio Sari Desak Pengusutan Tuntas

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:30

Diduga Jadi Lapak Togel di Pasar Hewan Jelok Boyolali, Warga Minta Polisi Bertindak Tegas

Berita Terbaru