Geger! Warga Bandungan Temukan Bayi di Bawah Pohon Mahoni

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNGAN, OPOSISINEWS.COM – Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang dikejutkan oleh penemuan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni dekat pemakaman setempat, Senin (24/8/2026) sore sekitar pukul 16.40 WIB.

“Bayi tersebut ditemukan di kawasan depan makam Desa Pakopen, tepatnya di Jalan Raya Jimbaran–Lemah Abang, Dusun Pakopen,” ujar Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, mewakili Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo, di lokasi kejadian.

Kapolsek Bandungan, Iptu Subedi, menjelaskan bahwa penemuan ini bermula saat seorang warg bernama Slamet (73) sedang mencari kayu bakar dan botol bekas. Slamet curiga melihat bungkusan plastik putih di bawah pohon. Saat didekati, plastik tersebut ternyata berisi seorang bayi yang masih bernapas.Slamet langsung melaporkan temuan ini kepada warga yang sedang bergotong royong di lapangan Desa Pakopen. Warga kemudian bergerak cepat mengevakuasi bayi tersebut ke praktik bidan terdekat, Nur Endang Sulastri, untuk mendapatkan perawatan medis.

Bidan Nur Endang Sulastri mengonfirmasi bahwa kondisi bayi saat ini dalam keadaan sehat dan sedang dalam penanganannya.

“Bayi berbobot 3,1 kilogram dan panjang 48 sentimeter. Kami perkirakan bayi ini baru lahir beberapa jam sebelum ditemukan karena tali pusarnya masih menempel,” kata Nur Endang.

Personel Polsek Bandungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata.

Saat ini, Polres Semarang tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut.Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini untuk segera melapor ke Polres Semarang atau menghubungi layanan panggilan darurat 110.(*)

Berita Terkait

Tuding Ada Kriminalisasi Kasus SKCK, Pemohon Praperadilan Polres Semarang Siap Lapor ke DPR RI
Sungai Berubah Hitam dan Bau, DLH Kabupaten Semarang Beri Waktu Satu Bulan Pemilik Usaha Usus Benahi IPAL
Kedepankan Kepentingan Anak, Kasus Dugaan Perundungan di SD Ungaran Diselesaikan Lewat Musyawarah
Sungai di Bringin Tercemar Limbah Usus Ayam, Warga Mengeluh Bau Menyengat dan Air Berwarna Hitam Kekuningan
Edarkan Sabu, Pasangan Suami Istri di Ungaran Ditangkap Polisi
Gugatan Cacat Hukum Polres Semarang Dicabut, Kuasa Hukum Yohanes Siapkan Berkas Baru
Viral Pengeroyokan Pedagang Cilok di SPBU Tengaran Berakhir Damai di Polres Semarang
Bukan Mati Alami! Hasil Autopsi Bayi Terkubur di Perkebunan Semarang Ungkap Fakta Mengerikan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 14:15

Sungai Berubah Hitam dan Bau, DLH Kabupaten Semarang Beri Waktu Satu Bulan Pemilik Usaha Usus Benahi IPAL

Rabu, 30 September 2026 - 14:01

Kedepankan Kepentingan Anak, Kasus Dugaan Perundungan di SD Ungaran Diselesaikan Lewat Musyawarah

Jumat, 25 September 2026 - 14:36

Sungai di Bringin Tercemar Limbah Usus Ayam, Warga Mengeluh Bau Menyengat dan Air Berwarna Hitam Kekuningan

Jumat, 25 September 2026 - 13:58

Edarkan Sabu, Pasangan Suami Istri di Ungaran Ditangkap Polisi

Senin, 21 September 2026 - 05:33

Gugatan Cacat Hukum Polres Semarang Dicabut, Kuasa Hukum Yohanes Siapkan Berkas Baru

Rabu, 16 September 2026 - 15:35

Viral Pengeroyokan Pedagang Cilok di SPBU Tengaran Berakhir Damai di Polres Semarang

Rabu, 9 September 2026 - 12:33

Bukan Mati Alami! Hasil Autopsi Bayi Terkubur di Perkebunan Semarang Ungkap Fakta Mengerikan

Sabtu, 5 September 2026 - 06:07

Ditengarai Kontraktor Langgar Aturan, Tanah Galian Proyek Drainase Rp400 Juta di Pesayangan Diduga Dijual

Berita Terbaru