Editor | M.Supadi
JAKARTA | OPOSISNEWS.COM – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren di dunia usaha, melainkan kebutuhan yang menentukan daya saing. Menjawab tantangan tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat layanan perbankan digital melalui BNIdirect, platform yang dirancang untuk mempermudah pengelolaan keuangan bisnis secara lebih cepat, aman, dan efisien.(7/8/26)
Langkah ini membuahkan hasil nyata. Hingga akhir Juni 2026, BNIdirect telah dimanfaatkan sekitar 280 ribu nasabah dari berbagai segmen usaha. Dalam periode yang sama, volume transaksi melalui platform tersebut mencapai Rp6.039 triliun, atau tumbuh 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pencapaian tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan digital BNI dalam mengelola aktivitas keuangan perusahaan secara terintegrasi.
BNIdirect hadir sebagai solusi yang menggabungkan berbagai layanan transaksi dalam satu platform.
Mulai dari pemantauan saldo rekening secara real time, transfer dana, pembayaran massal, pengelolaan likuiditas, pengaturan hak akses pengguna, hingga sistem persetujuan transaksi berlapis yang dirancang untuk meningkatkan keamanan dan tata kelola perusahaan.
Bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), BNIdirect memberikan kemudahan dalam mengelola arus kas dan pencatatan transaksi sehingga operasional bisnis menjadi lebih tertata.
Sementara bagi perusahaan berskala besar, instansi pemerintah, maupun lembaga lainnya, BNIdirect menyediakan fitur pengelolaan transaksi dengan sistem otorisasi bertingkat.
Setiap transaksi dapat melalui tahapan pembuat, pemeriksa, hingga penyetuju, sehingga memperkuat prinsip kehati-hatian dan meminimalkan risiko kesalahan maupun penyalahgunaan.
BNI menilai digitalisasi layanan keuangan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem bisnis yang sehat, transparan, dan berdaya saing tinggi.
Penguatan layanan BNIdirect juga berjalan seiring implementasi strategi BRAVE (Branch, Region & Area Value Empowerment) yang diterapkan di seluruh jaringan kantor cabang BNI.
“Melalui strategi tersebut, setiap kantor cabang didorong untuk lebih aktif menggali potensi ekonomi di wilayahnya sekaligus menghadirkan solusi perbankan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan perseroan tidak semata-mata mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pemanfaatan teknologi.
“Melalui BRAVE, setiap wilayah dan kantor cabang memiliki peran yang semakin kuat dalam menggali potensi ekonomi lokal serta membangun ekosistem bisnis.
Integrasi antara kapabilitas jaringan dan solusi digital diharapkan dapat mempercepat akuisisi, memperluas transaksi, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan nasabah,” ujarnya.
Komitmen tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi BNI tidak hanya berfokus pada inovasi teknologi, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, BNIdirect menjadi salah satu instrumen strategis BNI dalam mempercepat transformasi digital sektor bisnis di Indonesia.
Platform ini memberikan keleluasaan bagi pelaku usaha untuk mengelola transaksi kapan saja dan dari mana saja tanpa bergantung pada proses manual yang memerlukan waktu lebih panjang.
Dengan pertumbuhan pengguna dan lonjakan nilai transaksi yang terus meningkat, BNIdirect membuktikan bahwa layanan digital mampu menjadi motor penggerak efisiensi, produktivitas, sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha nasional.
Ke depan, BNI menegaskan akan terus mengembangkan inovasi digital yang adaptif terhadap kebutuhan nasabah, sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional melalui layanan perbankan yang modern, aman, dan terpercaya







