TRUKO,OPOSISINEWS COM – Ahmad Badar, seorang wiraswasta lokal, memastikan diri kembali bertarung dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Truko 2026 untuk ketiga kalinya. Dengan mengusung jargon “Bersatu Bersama, Berinovasi Melayani dengan Hati”, Badar membawa visi perubahan besar untuk membangkitkan semangat swadaya masyarakat sekaligus membebaskan warga dari kebuntuan aspirasi.
Badar mengungkapkan bahwa harga diri dan kesejahteraan warga Desa Truko saat ini sedang dipertaruhkan. Ia menilai, suara serta kebutuhan riil masyarakat di tingkat bawah kerap diabaikan oleh pemangku kebijakan desa akibat kurangnya keterbukaan.
“Ini adalah momentum bagi warga pribumi asli Truko untuk bangkit dan bersatu. Ini soal harga diri kita bersama, agar ke depan aspirasi masyarakat tidak lagi tersumbat dan benar-benar diserap oleh pemerintah desa,” tegas Badar saat diwawancarai di kediamannya, Rabu (21/10/2026).
Motivasi utama pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini kembali maju adalah hancurnya infrastruktur jalan antar-desa dan minimnya perhatian terhadap sektor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Badar menyoroti kondisi jalanan desa yang rusak parah hingga mengganggu aktivitas anak-anak sekolah. Jika terpilih, ia berkomitmen tinggi untuk menghidupkan kembali tunjangan operasional bagi guru PAUD yang selama ini minim pembinaan.
Selain infrastruktur, Badar juga mengkritik keras pengelolaan anggaran desa saat ini yang dinilai kurang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat bawah. Ia menyayangkan dana desa yang besar tidak dioptimalkan secara bijak oleh figur kepemimpinan yang berakar di desa setempat.
Ahmad Badar menyatakan bahwa jika dirinya dipercaya menjadi Kepala Desa Truko, ia akan memastikan alokasi dana desa dikelola secara transparan untuk kemakmuran warga asli. Hal itu termasuk menghidupkan kembali kegiatan keagamaan serta tradisi lokal.
Mengenai strategi kepemimpinan dan penyelesaian konflik, Badar menekankan pentingnya asas demokrasi musyawarah. Ia berjanji tidak akan mengambil keputusan sepihak demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
“Kunci pertama saya adalah solusi melalui musyawarah mufakat. Keputusan bersama yang kita pakai, bukan kemauan saya sendiri,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, ia mengimbau seluruh warga Truko untuk menjaga kondusivitas wilayah selama proses Pilkades berlangsung demi terwujudnya kemajuan bersama yang harmonis.
Respons dan Harapan Warga
Rencana majunya kembali Ahmad Badar memicu berbagai respons dari masyarakat Desa Truko.
Siti (42), salah satu warga Dusun Krajan, mengaku sepakat dengan kritik yang dilayangkan Badar mengenai kondisi jalan desa. Menurut Siti, jalanan yang berlubang memang sudah bertahun-tahun luput dari perbaikan pemerintah.
Siti menyatakan bahwa warga sangat mendambakan jalan yang halus agar anak-anak bisa pergi ke sekolah dengan aman dan nyaman.
Sementara itu, Giman (38), warga lainnya, turut menanggapi rekam jejak Badar yang sudah tiga kali mencalonkan diri dalam kontestasi politik desa tersebut. Giman menilai kegigihan Badar menunjukkan kepedulian yang nyata terhadap tanah kelahirannya. Namun, ia berharap visi “musyawarah mufakat” yang digaungkan Badar benar-benar diterapkan jika nanti terpilih, bukan sekadar janji manis kampanye. (*)






