SEMARANG, OPOSISINEWS.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing, Jawa Tengah, kian meluas hingga memicu peningkatan status penanganan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini menyiagakan dua helikopter TNI untuk mendukung operasi bom air (water bombing), menyusul kendala angin kencang dan cuaca buruk di lokasi kejadian.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa penanganan karhutla di Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, resmi ditingkatkan setelah pemerintah kabupaten setempat menetapkan status tanggap darurat.
“Bupati sudah koordinasi dengan kita. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua helikopter dari TNI yang nanti dioperasionalkan oleh BNPB,” ujar Luthfi seusai meninjau Koperasi Desa Merah Putih di Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (20/10/2026).
Hingga saat ini, operasi water bombing di Gunung Lawu telah berjalan dalam dua sorti penerbangan. Namun, angin kencang di sekitar puncak gunung menjadi tantangan berat bagi pilot untuk bermanuver. Laporan terbaru mencatat api telah menghanguskan sekitar 230 hektare kawasan hutan di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar. Petugas gabungan kini fokus melakukan pemadaman manual dan membuat sekat bakar demi melokalisasi pergerakan api.
Sementara itu, kebakaran di Gunung Sumbing melanda kawasan Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Meski total luas area terdampak masih didata, petugas memastikan 152 pendaki telah dievakuasi dengan selamat dari jalur pendakian. Untuk sementara, proses pemadaman di Gunung Sumbing masih mengandalkan jalur darat sembari menunggu evaluasi kelayakan operasi udara.
Di sisi lain, Ahmad Luthfi menegaskan telah menginstruksikan Polda Jawa Tengah untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran di kedua gunung tersebut. Langkah ini diambil guna mengantisipasi adanya unsur kelalaian atau kesengajaan.
“Kapolda juga saya koordinasikan dengan jajaran untuk melakukan penyelidikan. Jangan sampai ada unsur kesengajaan di sana,” tegasnya.
Menutup keterangannya, Luthfi mengimbau masyarakat dan para pendaki untuk menghentikan aktivitas memicu api, seperti pembakaran terbuka atau membuang puntung rokok sembarangan. Ia meminta masyarakat segera melaporkan titik api sekecil apa pun agar penanganan dini bisa langsung dilakukan. (*)






