Samsudin Doyok Imbau Calon Kepala Desa di Kabupaten Semarang Terapkan Politik Santun Tanpa Politik Uang

Minggu, 18 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BRINGIN, OPOSISINEWS.COM – Peta persaingan politik di tingkat akar rumput Kabupaten Semarang dipastikan bakal berjalan sengit dan dinamis.

Ketua Paguyuban Kepala Desa “Hamong Projo” Kabupaten Semarang, H. Samsudin, S.H., secara terbuka melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran kepala desa petahana (incumbent) yang memilih kembali turun gelanggang dan mendaftarkan diri dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan dilaksanakan pada 14 Desember 2026 mendatang.

Langkah berani para petahana ini dinilai sebagai bukti nyata komitmen pengabdian yang belum tuntas bagi kemajuan desa masing-masing. Kendati demikian, tensi politik yang mulai menghangat di tingkat bawah memicu perhatian serius dari paguyuban yang menaungi para pemimpin desa tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi keberanian, mentalitas, dan dedikasi para petahana yang memilih kembali maju untuk mengabdi kepada masyarakat. Ini bukan sekadar urusan jabatan, melainkan panggilan jiwa. Namun, saya ingatkan tugas berat langsung menanti di pundak mereka untuk tetap pasang badan menjaga kondusifitas Kabupaten Semarang selama proses politik ini berjalan,” ujar H. Samsudin yang akrab disapa Doyok saat memberikan keterangan pers di Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Sabtu (17/10/2026).

Samsudin menggarisbawahi bahwa gesekan antar-pendukung sangat rawan terjadi dalam kontestasi tingkat desa karena kedekatan geografis dan emosional warga yang sangat erat. Oleh karena itu, petahana dituntut menjadi teladan dan motor penggerak utama dalam meredam potensi konflik, serta berdiri di garis depan dalam merawat kerukunan warga.

Pria yang akrab disapa Doyok tersebut mengingatkan agar seluruh calon kepala desa, khususnya para petahana, tidak menghalalkan segala cara demi meraih simpati massa. Beliau menambahkan bahwa ketertiban dan kedamaian wilayah jauh lebih mahal harganya ketimbang kemenangan politik sesaat yang berpotensi memecah belah persaudaraan antarwarga desa.

“Harapan terbesar kami, dan tentu saja doa yang selalu saya panjatkan, adalah semoga seluruh rekan-rekan petahana yang kembali bertarung ini diberikan kelancaran. Semoga mereka semua bisa terpilih kembali menjadi Kepala Desa di wilayahnya masing-masing demi melanjutkan program pembangunan yang sudah dirintis,” tegas Samsudin dengan nada optimistis.

Lebih lanjut, Samsudin memaparkan bahwa terpilihnya kembali wajah-wajah lama di birokrasi desa diyakini bakal mempercepat roda perekonomian daerah. Ia menilai para petahana sudah memiliki cetak biru (blueprint) pembangunan yang matang, sehingga masyarakat tidak perlu lagi beradaptasi dari nol dengan kepemimpinan yang baru.

Di sisi lain, Doyok juga memberikan atensi khusus terhadap dinamika politik di tengah masyarakat belakangan ini yang cenderung bersumbu pendek. Ia meminta agar seluruh kandidat, baik petahana maupun penantang baru, menyajikan contoh politik yang bijaksana.

“Harapan saya, mari kita tunjukkan contoh politik yang santun dan bijaksana demi menekan angka keributan. Saya mengimbau kepada para kandidat petahana maupun kandidat baru untuk tidak saling menjelek-jelekkan atau saling menyerang dengan narasi yang kurang pas di tengah warga,” jelasnya.

Pesan moral yang paling ditekankan oleh Ketua Hamong Projo ini adalah larangan keras mengenai praktik politik uang (money politics). Terlebih, Pilkades serentak tahun 2026 di Kabupaten Semarang ini akan diikuti oleh 140 desa. Beliau meminta seluruh pihak berkaca pada kasus-kasus hukum yang menjerat sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah akibat tingginya biaya politik.

“Jangan mengadopsi politik uang. Mari kita berkaca pada kepala daerah di Provinsi Jawa Tengah yang sudah banyak terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK. Hal itu salah satunya disebabkan oleh ongkos politik yang terlalu mahal. Saya memohon dan mengimbau kepada seluruh kontestan di 140 desa agar menjauhi politik uang. Kita ingin pemimpin yang terpilih nanti benar-benar murni diharapkan masyarakat, mau berbaur, dan tulus memperjuangkan kepentingan warga,” cetus Doyok puitis.

Menutup keterangannya, Samsudin memberikan saran bijak mengenai metode kampanye yang baik dan edukatif bagi para calon. Menurutnya, masa kampanye harus dimanfaatkan sebagai panggung adu gagasan, visi, dan misi, bukan ajang saling menjatuhkan.

“Kampanye yang baik itu adalah menyampaikan tujuan logis kita menjadi kepala desa. Terutama untuk petahana, sampaikan program-program kemarin yang sekiranya belum selesai dan apa rencana kelanjutannya ke depan. Semua itu harus dipaparkan secara jelas dalam visi dan misi mereka agar mengedukasi pemilih,” pungkasnya.

Dengan ditekannya komitmen bersama ini, diharapkan Pilkades serentak di Kabupaten Semarang tidak hanya melahirkan pemimpin yang berkualitas, tetapi juga menjadi pesta demokrasi yang aman, damai, bersih, dan bermartabat.(*)

Berita Terkait

Pilkades Klero: H. Winarno Daftar di Hari Pamungkas, Usung Digitalisasi dan Infrastruktur
Sembari Dobrak Pilkades Wiru, Bos Bengkel Ini Tantang Petahana dan Janji Ogah Ambil Gaji
Pilkades Serentak Kabupaten Semarang 2026: 38 Petahana Tumbang Sebelum Bertanding, Tiga Absen Akibat Stroke
Laskar Biru Demokrat Bersihkan Lapangan Karangjati, Tegaskan Kepedulian di Tengah Warga
Festival Kuda Lumping Meriahkan HUT ke-25 Partai Demokrat, Warga Pringapus Tumpah Ruah
Demokrat Salatiga Usulkan PAW Tiga Anggota DPRD, Janji Politik Dipersoalkan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:22

Samsudin Doyok Imbau Calon Kepala Desa di Kabupaten Semarang Terapkan Politik Santun Tanpa Politik Uang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:51

Pilkades Klero: H. Winarno Daftar di Hari Pamungkas, Usung Digitalisasi dan Infrastruktur

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:52

Sembari Dobrak Pilkades Wiru, Bos Bengkel Ini Tantang Petahana dan Janji Ogah Ambil Gaji

Rabu, 16 September 2026 - 14:58

Pilkades Serentak Kabupaten Semarang 2026: 38 Petahana Tumbang Sebelum Bertanding, Tiga Absen Akibat Stroke

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:53

Laskar Biru Demokrat Bersihkan Lapangan Karangjati, Tegaskan Kepedulian di Tengah Warga

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:23

Festival Kuda Lumping Meriahkan HUT ke-25 Partai Demokrat, Warga Pringapus Tumpah Ruah

Minggu, 19 April 2026 - 19:10

Demokrat Salatiga Usulkan PAW Tiga Anggota DPRD, Janji Politik Dipersoalkan

Berita Terbaru