Dokter Spesialis Turun ke Desa, Speling Buka Akses Kesehatan bagi Warga Jateng

Sabtu, 15 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | OPOSISINEWS.COM – Persoalan jarak dan biaya masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat Jawa Tengah untuk mendapatkan pelayanan dokter spesialis.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghadirkan Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) dengan konsep pelayanan kesehatan langsung ke desa.

Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan tanpa harus selalu mendatangi rumah sakit yang berada jauh dari tempat tinggal.

Salah satu penerima manfaatnya adalah Retno, warga Desa Kapulogo, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo.

Desa tersebut berada di wilayah perbatasan Wonosobo dengan Magelang.
Untuk mencapai rumah sakit terdekat,

Retno harus menempuh perjalanan sekitar 36 kilometer. Persoalan transportasi membuat pemeriksaan kesehatan anaknya yang membutuhkan layanan dokter spesialis saraf sempat terhenti.

Anaknya diketahui mengalami gangguan pembekuan darah di otak dan memerlukan pemeriksaan berkala.

Namun, keterbatasan kendaraan membuat keluarga tersebut kesulitan melanjutkan pengobatan.

Kesempatan kembali terbuka ketika layanan Speling digelar di balai desa pada 30 Juli 2026.

Retno bersama anaknya dapat memanfaatkan pemeriksaan dokter spesialis tanpa perlu melakukan perjalanan jauh.

“Saya terbantu. Kendala kami memang tidak punya kendaraan, jadi sempat berhenti berobat. Dari sini kami bisa berobat lagi,” kata Retno.

Membawa Layanan Kesehatan Lebih Dekat

Manfaat Speling juga dirasakan Jamsari, warga Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.

Selama sekitar 15 tahun, Jamsari hidup dengan diabetes.

Ia mengaku tidak selalu bisa melakukan kontrol karena biaya yang harus dikeluarkan cukup besar. Sekali pemeriksaan, menurut dia, biayanya bisa mencapai sekitar Rp450 ribu.

Ketika penyakitnya semakin berdampak hingga menimbulkan luka pada kaki, Jamsari kembali memanfaatkan layanan kesehatan melalui Speling.

Kehadiran dokter spesialis di tingkat desa membuatnya dapat berkonsultasi tanpa terbebani biaya pelayanan.

Sementara itu, di Banyumas, layanan Speling tidak hanya dimanfaatkan untuk pemeriksaan penyakit fisik.

Feni Anindya, 16, siswi SMA Negeri 2 Purwokerto, memanfaatkan layanan psikologi untuk berkonsultasi mengenai rencana pendidikan setelah lulus SMA.

Melalui sesi konsultasi tersebut, Feni memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai pilihan jurusan kuliah dan rencana masa depannya.

“Alhamdulillah setelah berkonsultasi jadi lebih ada gambaran. Saya berharap program ini bisa dilaksanakan lagi,” ujarnya.

Fokus pada Deteksi dan Penanganan

Speling mulai dijalankan Pemprov Jateng sejak Maret 2025 sebagai salah satu strategi pemerataan pelayanan kesehatan.

Layanan yang diberikan mencakup beberapa bidang prioritas, antara lain skrining tuberkulosis (TBC), pemeriksaan kanker serviks, kesehatan jiwa, pemeriksaan ibu hamil, serta pelayanan kesehatan balita untuk mendukung percepatan penanganan stunting.

Pelayanan diberikan secara gratis. Masyarakat cukup menunjukkan identitas untuk memperoleh pemeriksaan sesuai layanan yang tersedia.

Hingga 13 Agustus 2026, Speling telah digelar sebanyak 1.553 kali. Kegiatannya menjangkau 1.378 desa di 465 kecamatan yang tersebar di 35 kabupaten/kota.

Sebanyak 128.109 warga tercatat telah memperoleh layanan kesehatan melalui program tersebut.

Selain memperluas akses, Speling juga berperan dalam menemukan berbagai persoalan kesehatan sejak dini.

Pada layanan pemeriksaan kehamilan, sebanyak 15.848 ibu hamil telah mendapatkan antenatal care hingga awal Agustus 2026.

Dari jumlah itu, 12.537 orang dinyatakan normal, sedangkan 3.311 lainnya membutuhkan pemantauan atau penanganan lebih lanjut.

Untuk skrining TBC, layanan telah menjangkau 53.463 warga.

Masyarakat yang menunjukkan indikasi kemudian diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk Tes Cepat Molekuler (TCM) dan uji Mantoux.

Di bidang kesehatan jiwa, sebanyak 37.605 warga telah mengikuti skrining. Sebanyak 1.358 orang di antaranya membutuhkan tindak lanjut.

Sementara pemeriksaan kanker serviks telah dilakukan terhadap 5.915 perempuan.

Dari pemeriksaan tersebut, 497 orang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Bersinergi dengan Program Cek Kesehatan Gratis

Pemprov Jateng juga mengembangkan Speling agar dapat berjalan beriringan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pemerintah pusat.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas cakupan pemeriksaan sekaligus mempercepat identifikasi masalah kesehatan masyarakat.

Pada Januari hingga Juli 2026, Jawa Tengah mencatat capaian CKG tertinggi di tingkat nasional.

Sebanyak 14.248.868 warga telah mengikuti program tersebut atau sekitar 37,4 persen dari total sasaran nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab mengatakan, hasil skrining melalui Speling tidak berhenti pada proses pemeriksaan.

Warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan diarahkan melalui mekanisme rujukan dan pendampingan sehingga mendapatkan pelayanan sesuai kondisi masing-masing.

Menjangkau 284 Ribu Warga
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai pemerataan pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, fasilitas kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pedesaan dan menghadapi kendala geografis.

Karena itu, pelayanan kesehatan melalui Speling terus diperluas agar warga tidak selalu harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan akses dokter spesialis.

Pemprov Jateng menargetkan Speling dapat memberikan pelayanan kepada sekitar 284 ribu warga hingga akhir 2026.

Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang mendapatkan pemeriksaan, tetapi juga mempercepat penanganan penyakit dan memperkuat akses kesehatan bagi warga di berbagai pelosok Jawa Tengah.

Berita Terkait

Pangdam IV/Diponegoro dan Keluarga Besar Kodam Rayakan Kemerdekaan dengan Penuh Kebersamaan
Lahir dari Perjuangan, Taj Yasin Apresiasi Tradisi Keilmuan Watucongol Tetap Terjaga
Polres Kendal Kerahkan 63 Personel Patroli Dini Hari, Antisipasi Balap Liar dan Tawuran
Jepara Perkuat Syiar Keagamaan, Majelis Selawat Bersama Habib Syech Diusulkan Jadi Agenda Berkala
Raih Penghargaan SBBI 2026, Ahmad Luthfi Tegaskan Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan Jawa Tengah
Mobil Raib, Pelaku Dipenjara 20 Bulan, Korban: Grand Livina Saya Mana?
Dugaan Tambang Galian C Belum Berizin di Pagerejo Kertek Jadi Sorotan, APH Diminta Bertindak Tegas
Diduga Kebal Hukum, Pengangsu Solar Subsidi Masih Bebas Isi BBM di Dua SPBU Ambarawa

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:14

Pangdam IV/Diponegoro dan Keluarga Besar Kodam Rayakan Kemerdekaan dengan Penuh Kebersamaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:10

Lahir dari Perjuangan, Taj Yasin Apresiasi Tradisi Keilmuan Watucongol Tetap Terjaga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:04

Polres Kendal Kerahkan 63 Personel Patroli Dini Hari, Antisipasi Balap Liar dan Tawuran

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:53

Dokter Spesialis Turun ke Desa, Speling Buka Akses Kesehatan bagi Warga Jateng

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:18

Jepara Perkuat Syiar Keagamaan, Majelis Selawat Bersama Habib Syech Diusulkan Jadi Agenda Berkala

Sabtu, 18 Juli 2026 - 01:16

Raih Penghargaan SBBI 2026, Ahmad Luthfi Tegaskan Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan Jawa Tengah

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:03

Mobil Raib, Pelaku Dipenjara 20 Bulan, Korban: Grand Livina Saya Mana?

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:10

Dugaan Tambang Galian C Belum Berizin di Pagerejo Kertek Jadi Sorotan, APH Diminta Bertindak Tegas

Berita Terbaru