KABUPATEN SEMARANG, OPOSISINEWS.COM – Proyek Peningkatan Jalan Batas Kota Salatiga-Kedungjati di Kecamatan Bringin senilai Rp3,1 miliar kini tengah disorot tajam. Proyek milik Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Jawa Tengah yang dikerjakan CV Makmur Abadi ini ditemukan retak-retak di sejumlah titik beton pelebaran jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan struktur beton kanan-kiri jalan mengalami keretakan. Pihak kontraktor menyiasatinya dengan melakukan penambalan kilat menggunakan semen cair (mortar).
Kondisi ini memicu desakan publik agar segera dilakukan audit teknis menyeluruh.
Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, tidak membantah temuan tersebut namun menyebut proyek itu merupakan tanggung jawab Balai Semarang. Ia juga mengklarifikasi bahwa keretakan bukan terjadi pada struktur utama jalan, melainkan pada bagian pelebaran.
“Retakan itu pada pelebaran kanan-kiri ruas jalan tebal 20 cm dan lebar 50 cm hingga 1 meter, bukan pekerjaan Rigid Pavement. Di atasnya nanti akan dilapisi aspal,” jelas Henggar melalui WhatsApp, Minggu (6/9/2026).
Ia memastikan kerusakan telah diperbaiki dengan metode grouting yang tidak menurunkan mutu beton.
Sebaliknya, praktisi konstruksi jalan, Ir.Deanova, memperingatkan bahwa retak rambut (hairline cracks) tersebut tidak boleh diremehkan.
Menurutnya, ada empat faktor utama pemicu keretakan: penguapan air terlalu cepat (plastic shrinkage), kurangnya penyiraman beton (curing), campuran air-semen yang tidak seimbang, serta getaran dari kendaraan berat sebelum beton matang.
“Penambalan semen di permukaan hanyalah penanganan awal. Jika retakan sudah menembus struktur dalam, jalan ini berisiko mengalami korosi besi, pecah dari dalam (spalling), hingga ambles dan berlubang akibat beban kendaraan,” tegas Deanova.
Sementara itu, pihak kontraktor di lokasi berdalih bahwa keretakan disebabkan oleh faktor alam akibat cuaca terik matahari. Namun, mereka mengklaim perbaikan telah dilakukan dengan material khusus yang sesuai standar.(*)







