Jateng Perkuat Investasi Hijau, CJIBF 2026 Tawarkan 21 Proyek Strategis

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OposisiNews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pertumbuhan investasi berbasis industri hijau melalui gelaran Central Java Business Investment Forum (CJIBF) 2026.

Forum tahunan ini menjadi momentum penting untuk menarik investor sekaligus memperkuat peran UMKM dalam mendukung ekonomi berkelanjutan.

Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel PO Semarang, Senin (11/5/2026), dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu serta Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman.

Mengusung tema Central Java Thriving: Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and Sustainable Growth, CJIBF tahun ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, hingga pengelola kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus di Jawa Tengah.

Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan, CJIBF yang telah memasuki tahun ke-10 menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.

Forum ini juga membuka peluang business matching yang lebih luas bagi investor dengan pemerintah daerah maupun pengelola kawasan industri.

Menurutnya, investasi menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Pada triwulan I tahun 2026, realisasi investasi di provinsi ini mencapai Rp23,02 triliun dengan total sekitar 24 ribu proyek yang berhasil menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja.

Sementara sepanjang tahun 2025, total investasi yang masuk mencapai Rp110 triliun.

Capaian tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan pertama 2026 menjadi 5,89 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,61 persen.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru.

Pengembangan kawasan ini dilakukan bersama pemerintah kabupaten dan kota agar pemerataan investasi dapat berjalan lebih maksimal.

Ahmad Luthfi menegaskan, tambahan kawasan industri tersebut sangat penting untuk memperkuat daya tarik investasi dan membuka lebih banyak lapangan kerja di berbagai daerah.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menilai Jawa Tengah memiliki posisi yang sangat strategis dalam peta investasi nasional.

Menurutnya, capaian investasi provinsi ini termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Ia menjelaskan, sekitar 30 persen pertumbuhan ekonomi berasal dari realisasi investasi.

Karena itu, keberadaan CJIBF dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas peluang investasi baru.

Dalam forum tersebut, Jawa Tengah juga menawarkan 21 proyek strategis kepada calon investor dari dalam dan luar negeri.

Sejumlah investor asing, termasuk dari Jepang, mulai menunjukkan ketertarikan untuk menanamkan modal di wilayah ini.

Todotua menilai arah pembangunan investasi Jawa Tengah sangat menjanjikan karena mulai fokus pada hilirisasi industri dan pengembangan energi hijau.

Pertumbuhan sektor manufaktur yang kuat juga menjadi nilai tambah bagi investor.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Tengah dalam menyiapkan kawasan industri baru.

Menurutnya, keberadaan kawasan industri akan mempermudah proses perizinan, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan memperkuat konektivitas logistik.

Dengan strategi tersebut, Jawa Tengah diyakini mampu menjadi salah satu pusat investasi hijau dan kawasan industri berkelanjutan yang semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. (liem)

Berita Terkait

UMKM Jadi Penopang Investasi Jawa Tengah, Sumbang Rp22 Triliun pada 2025
Perkuat Ekosistem UMKM, Nawal Yasin Yakin Pelaku Usaha Jateng Makin Tangguh dan Go Internasional
Gebyar UMKM PKK di Salatiga Ramai, Dampak Jangka Panjang Masih Perlu Diperkuat

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:30

Jateng Perkuat Investasi Hijau, CJIBF 2026 Tawarkan 21 Proyek Strategis

Senin, 11 Mei 2026 - 13:19

UMKM Jadi Penopang Investasi Jawa Tengah, Sumbang Rp22 Triliun pada 2025

Minggu, 10 Mei 2026 - 01:57

Perkuat Ekosistem UMKM, Nawal Yasin Yakin Pelaku Usaha Jateng Makin Tangguh dan Go Internasional

Minggu, 19 April 2026 - 18:44

Gebyar UMKM PKK di Salatiga Ramai, Dampak Jangka Panjang Masih Perlu Diperkuat

Berita Terbaru