Reporter: Slamet Riadi
OposisiNews.com – Keramaian Gebyar UMKM “Bersama PKK, UMKM Menyala” di halaman rumah dinas wali kota, Sabtu (18/4/2026) malam, tak terbantahkan. Stan kuliner dan kerajinan diserbu pengunjung, sementara pentas seni tradisional menambah daya tarik acara.
Meski demikian, kemeriahan ini memunculkan catatan kritis. Ajang promosi semacam ini dinilai masih berorientasi pada keramaian sesaat, belum sepenuhnya menjawab tantangan utama pelaku UMKM, seperti keberlanjutan pasar, akses distribusi, dan peningkatan daya saing produk.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menyebut pihaknya tengah menyiapkan inovasi lanjutan. “Kami ingin ada ruang dialog seperti talkshow agar pelaku UMKM bisa menyampaikan kebutuhan dan tantangannya secara langsung,” ujarnya.
Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, berharap kegiatan ini berdampak lebih luas. “Tidak hanya ramai pengunjung, tetapi juga mampu meningkatkan penjualan dan memperkuat UMKM,” katanya.
Sejumlah pelaku usaha berharap kegiatan serupa diikuti langkah konkret, mulai dari pendampingan usaha, perluasan jaringan pemasaran, hingga integrasi dengan platform digital. Tanpa itu, gebyar yang meriah berisiko menjadi rutinitas tahunan tanpa perubahan signifikan bagi ekonomi pelaku UMKM.







