Reporter | Witriyani
KAB SEMARANG | OPOSISINEWS.COM – Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, menjadi pusat perhatian dalam kunjungan kerja Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Yandri Susanto, Sabtu (24/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menteri menegaskan bahwa pemerintah pusat siap menyalurkan bantuan bagi desa-desa yang memiliki potensi, dengan syarat diajukan melalui proposal resmi yang jelas, terukur, dan berkelanjutan.
Kunjungan kerja ini turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi XII, Carles, perwakilan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades), Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Semarang, jajaran pengurus PADEPSI yang dipimpin Ketua Umum Wargiyanti, serta para pelaku usaha lokal dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kepala Desa Tuntang, H. Muh. Nadhirin, menyambut langsung kedatangan rombongan Menteri bersama masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, rombongan meninjau sejumlah potensi unggulan desa yang dinilai berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah panen raya melon yang dikelola BUMDes Tuntang Sejahtera. Hasil pertanian tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa desa memiliki kekuatan ekonomi besar apabila dikelola dengan baik dan profesional.
Selain sektor pertanian, Menteri juga meninjau usaha budidaya ikan lele milik pelaku UMKM lokal, Nurhayati. Usaha tersebut dinilai mampu menjadi contoh pemberdayaan ekonomi masyarakat karena selain produktif juga mampu menyerap tenaga kerja warga sekitar.
Dalam sambutannya, Menteri Desa Yandri Susanto mengapresiasi langkah Desa Tuntang yang dinilai berhasil mengembangkan potensi lokal secara nyata.
“Potensi di sini luar biasa, mulai dari pertanian, perikanan, hingga kreativitas masyarakat. Pemerintah pusat siap mendukung percepatan pembangunan desa, baik di sektor infrastruktur maupun penguatan ekonomi masyarakat. Namun seluruh bantuan harus melalui mekanisme yang benar, yaitu diajukan melalui proposal yang lengkap, terukur, dan memiliki rencana keberlanjutan,” tegas Menteri Yandri.
Sementara itu, Ketua Umum PAPDEPSI, Wargiyati, menegaskan pentingnya peran aparatur desa dalam menyusun perencanaan pembangunan dan proposal pengajuan bantuan agar desa mampu memperoleh dukungan dari pemerintah pusat.
“Kami mendorong seluruh kepala desa dan perangkat desa untuk terus meningkatkan kapasitas dalam menyusun perencanaan pembangunan. Potensi desa sudah ada, tinggal bagaimana dituangkan dalam proposal yang baik agar bantuan pemerintah benar-benar memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Anggota DPR RI Komisi XII, Carles Hata , juga menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan desa-desa produktif. Ia memastikan akan terus memperjuangkan aspirasi daerah di tingkat pusat agar alokasi anggaran pembangunan desa semakin diperkuat.
“Kami di DPR RI siap menjadi jembatan aspirasi daerah, khususnya desa-desa yang memiliki potensi dan keseriusan dalam membangun wilayahnya,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dispermades juga menyatakan komitmennya untuk mendampingi desa-desa dalam penyusunan proposal agar sesuai dengan standar kementerian dan memiliki peluang lebih besar mendapatkan bantuan.
Kegiatan kunjungan kerja ditutup dengan dialog interaktif bersama warga serta peninjauan hasil pertanian dan produk UMKM Desa Tuntang. Suasana penuh optimisme tampak menyelimuti masyarakat yang berharap pembangunan desa terus berkembang melalui kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat desa.







