SEMARANG | OPOSISINEWS.COM – Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Jawa Tengah yang digelar di Balai Diklat Keagamaan Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (31/5/2026), menetapkan Sucipto, S.Pd., sebagai Ketua DPW Permadani Jawa Tengah masa bakti 2026–2031.
Penetapan tersebut berlangsung secara aklamasi setelah seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Permadani se-Jawa Tengah yang hadir dalam forum musyawarah memberikan dukungan kepada Sucipto untuk memimpin organisasi lima tahun ke depan.
Mengusung tema “Melalui Muswil ke-IV Memperkokoh Persaudaraan Menuju Permadani Jawa Tengah Berintegritas”, kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus momentum memperkuat komitmen dalam menjaga, mengembangkan, dan melestarikan budaya bangsa di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Muswil IV dihadiri jajaran pengurus pusat dan daerah Permadani, perwakilan pemerintah, unsur TNI-Polri, tokoh budaya, serta berbagai elemen masyarakat yang selama ini turut mendukung upaya pelestarian budaya di Jawa Tengah.
Ketua Panitia Muswil IV, M. Pramono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin pergantian kepengurusan, tetapi juga forum strategis untuk mengevaluasi program kerja organisasi dan merumuskan langkah-langkah pengembangan ke depan.
Menurutnya, Permadani membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus menghadirkan inovasi agar nilai-nilai budaya tetap relevan dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Permadani, Drs. Suyitno Yoga Pamungkas, M.Pd., menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi budaya dengan pemerintah dalam upaya menjaga kelestarian warisan budaya nasional.
Ia mengapresiasi kehadiran berbagai unsur pemerintahan dalam Muswil yang dinilai menjadi dukungan moral bagi keberlangsungan perjuangan organisasi.
Ia menjelaskan, sejak berdiri pada tahun 1984, Permadani memiliki misi untuk mendukung pelestarian budaya melalui kegiatan menggali, mengkaji, dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri bangsa.
“Budaya merupakan identitas yang harus terus dijaga. Karena itu, kolaborasi antara masyarakat, organisasi budaya, dan pemerintah sangat penting agar warisan budaya tetap lestari dan berkembang,” ujarnya.
Usai terpilih, Sucipto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh peserta Muswil.
Ia berkomitmen untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi.
Menurutnya, Permadani Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai wadah pemersatu masyarakat pecinta budaya sekaligus mitra strategis dalam upaya pelestarian budaya daerah dan nasional.
“Kami akan berupaya memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas program kerja, serta memperluas kontribusi Permadani bagi masyarakat. Semangat persaudaraan dan pelestarian budaya akan menjadi landasan utama dalam setiap langkah yang kami lakukan,” kata Sucipto.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru periode 2026–2031, Permadani Jawa Tengah diharapkan semakin aktif menghadirkan program-program yang berorientasi pada pelestarian budaya, penguatan karakter bangsa, serta pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan. (hdw)







