SUSUKAN,OPOSISINEWS COM — Kepala Desa Ketapang, Muhammad Niam, memastikan diri untuk kembali berlaga dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ketapang yang akan digelar pada Senin Kliwon, 14 Desember 2026. Menariknya, dalam kontestasi periode ketiganya ini, Niam akan bersaing dengan istrinya sendiri karena tidak ada warga lain yang mendaftar hingga batas akhir penjaringan.
Saat ditemui wartawan di kediamannya pada Rabu (4/11/2026), M. Niam menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi memastikan keberlanjutan roda pemerintahan desa.
“Insyaallah ikut kompetisi Pilkades lagi di 14 Desember Senin Kliwon meniko. Kami akhirnya maju dengan istri saya, Pak. Kita tidak ada yang ikut mendaftarkan itu, akhirnya saya sendiri dan istri saya,” ujar Niam kepada awak media.
Niam mengungkapkan bahwa niat utamanya maju kembali murni untuk beribadah dan mengabdi kepada masyarakat. Sebelum memutuskan maju, ia mengaku sempat menunggu jika ada warga lain yang ingin mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa. Namun, hingga menit terakhir, posisi lowongan tersebut tetap sepi peminat.
Ia memaknai situasi sepi pendaftar ini sebagai bentuk kepercayaan mendalam dari warga Desa Ketapang. Menurutnya, hal tersebut menjadi amanat bagi dirinya untuk menuntaskan pengabdian pada periode ketiga yang sekaligus menjadi periode terakhirnya memimpin.
Rekam Jejak Kepemimpinan M. Niam
Niam mencatatkan sejarah kepemimpinan yang cukup panjang di Desa Ketapang melalui beberapa fase regulasi:
• Periode Pertama (2012–2019): Mengawali pengabdian sebagai kepala desa.
• Periode Kedua (2019–2026): Menjalani masa jabatan 6 tahun yang kemudian bertambah 2 tahun menjadi total 8 tahun, menyusul penyesuaian regulasi undang-undang desa terbaru.
• Periode Ketiga (Maju Pilkades 2026): Menjadi momentum penutup masa jabatan (terakhir) jika kembali mendapat mandat dari masyarakat.
Dari Desa Mandiri Menuju Desa Berdaya
Di bawah kepemimpinannya, Desa Ketapang berhasil meraih predikat sebagai Desa Mandiri. Prestasi prestisius lainnya adalah keberhasilan Desa Ketapang terpilih sebagai percontohan Desa Antikorupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2024 lalu.
Pada periode ketiga nanti, Niam mengusung visi besar untuk meningkatkan status Ketapang menjadi desa yang berdaya guna mewujudkan tatanan baldatun toyyibatun warobbun ghofur (daerah yang baik, subur, makmur, dan senantiasa dalam ampunan Tuhan).
“Harapan kami, dengan ketetapan yang sudah menjadi Desa Mandiri ini, kami akan melanjutkan menjadi desa berdaya secara ekonomi, pemerintahan, dan bidang-bidang lainnya,” tegas Niam.
Strategi Penguatan Ekonomi Desa
Untuk merealisasikan desa berdaya, Muhammad Niam telah menyiapkan sejumlah strategi dan jurus jitu yang bertumpu pada sektor ekonomi dan ketahanan pangan:
• Optimalisasi Kelembagaan Desa: Membuka ruang ekonomi yang luas melalui sinergi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ketapang dan Koperasi Desa Merah Putih.
• Pertanian Organik: Memperkuat sektor pertanian organik yang selama ini menjadi produk unggulan dan penopang kemandirian pangan warga setempat.
• Sektor Peternakan: Mempertahankan tren positif kemandirian warga di bidang peternakan.
• Program Kampung Nelayan Modern (Sektor Perikanan): Menyambut program bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupa pembangunan kolam ikan besar pada tahun ini guna memperkuat ketahanan pangan desa.
Melalui kesiapan infrastruktur ekonomi dan sektor pertanian yang matang, kontestasi Pilkades Ketapang 2026 diharapkan berjalan kondusif sekaligus menjadi batu loncatan bagi kemajuan ekonomi desa yang berkelanjutan.(*)






