Taj Yasin Pastikan Perbaikan Sekolah Roboh di Sragen Berjalan Cepat, Tiga Kelas Langsung Direnovasi

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OposisiNews.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen turun langsung meninjau kondisi MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Kabupaten Sragen, setelah insiden robohnya atap ruang kelas yang terjadi saat proses belajar mengajar berlangsung.

Kunjungan itu dilakukan pada Kamis, 14 Mei 2026, untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan siswa bisa segera kembali belajar dengan aman.

Di lokasi kejadian, puing-puing bangunan masih terlihat memenuhi ruang kelas.

Genteng pecah berserakan di lantai, kayu rangka atap patah, dan kaca jendela hancur akibat tertimpa reruntuhan.

Garis polisi masih terpasang di tiga ruang kelas yang terdampak sebagai tanda area belum aman digunakan.

Gus Yasin, sapaan akrabnya, meninjau setiap sudut bangunan sambil menerima penjelasan dari pihak sekolah dan tim teknis.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kegiatan belajar siswa terhenti terlalu lama akibat musibah tersebut.

Menurutnya, kebutuhan mendesak seperti meja belajar dan perlengkapan sekolah harus segera dipenuhi agar proses pembelajaran tetap berjalan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan telah menyiapkan bantuan awal untuk mempercepat penanganan.

“Hari ini kami melihat langsung apa yang dibutuhkan sekolah. Salah satunya meja belajar. Dari Dinas Pendidikan, administrasi segera diselesaikan lalu bantuan langsung dikirim. Yang terpenting, anak-anak tetap bisa belajar,” ujar Taj Yasin mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Pemprov Jateng menyiapkan bantuan sebesar Rp50 juta sebagai langkah awal renovasi.

Meski atap yang roboh hanya terjadi pada satu ruang kelas, pemerintah memutuskan untuk memperbaiki tiga ruang kelas sekaligus karena masih berada dalam satu rangkaian bangunan yang sama.

Langkah tersebut diambil demi keselamatan siswa dan guru.

Pemeriksaan awal menunjukkan sejumlah kayu penyangga atap sudah rapuh akibat usia bangunan dan serangan rayap, sehingga dinilai berisiko jika hanya memperbaiki satu bagian saja.

Gus Yasin menilai kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh sekolah agar rutin memeriksa kondisi bangunan, terutama bagian atap yang sering luput dari perhatian.

Ia menegaskan bahwa pengawasan berkala harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sementara itu,

Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengatakan pemerintah daerah langsung mengambil langkah cepat setelah insiden terjadi.

Fokus pertama adalah memastikan seluruh korban mendapat penanganan medis dengan baik.

Ia memastikan seluruh biaya pengobatan tujuh siswa dan satu guru yang mengalami luka-luka ditanggung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Sragen.

Selain itu, Pemkab juga bergerak cepat berkoordinasi dengan Muhammadiyah, Kementerian Agama, dan Pemprov Jateng untuk mempercepat pembangunan kembali ruang kelas yang rusak.

Menurut Sigit, pembagian bantuan antara pemerintah daerah dan provinsi sedang dimatangkan agar proses renovasi bisa segera dimulai.

Pemkab juga akan membantu kebutuhan mebel dan perlengkapan belajar yang rusak akibat kejadian tersebut.

Ia menambahkan bahwa kondisi sekolah rusak sebenarnya masih cukup banyak ditemukan di berbagai wilayah Kabupaten Sragen.

Karena itu, insiden ini menjadi evaluasi penting agar sekolah yang sudah tidak layak dapat segera masuk daftar prioritas perbaikan.

Hasil pemeriksaan teknis menunjukkan bahwa bagian dinding bangunan masih cukup kuat, namun struktur atap sudah tidak layak digunakan karena faktor usia.

Renovasi tiga ruang kelas tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran ratusan juta rupiah.

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar akan dipindahkan sementara ke tempat ibadah agar siswa tetap bisa mengikuti pelajaran tanpa harus menunggu renovasi selesai.

Berita Terkait

Sakral dan Spektakuler! Jazz Atas Awan hingga Ritual Mistis Warnai Kemegahan Dieng Culture Festival 2026
Fenomena “Ngangsu” Pertalite Diduga Marak di Salatiga, BBM Subsidi Dipindah dari Motor ke Jerigen
Panas bumi Gunung Ungaran Miliki Potensi Energi Sekitar 55 MW, Potensi Berkontribusi Sekitar 4-5 Persen Terhadap EBT Jawa Tengah
Kabar Baik! Undip Siap Beri Rekognisi SKS bagi Mahasiswa yang Nyantri
Ribuan Warga Penggaron Kidul Tumpah Ruah, Jalan Sehat dan Fun Run Semarakkan HUT RI ke-81
Pangdam IV/Diponegoro dan Keluarga Besar Kodam Rayakan Kemerdekaan dengan Penuh Kebersamaan
Lahir dari Perjuangan, Taj Yasin Apresiasi Tradisi Keilmuan Watucongol Tetap Terjaga
Polres Kendal Kerahkan 63 Personel Patroli Dini Hari, Antisipasi Balap Liar dan Tawuran

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:29

Sakral dan Spektakuler! Jazz Atas Awan hingga Ritual Mistis Warnai Kemegahan Dieng Culture Festival 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:45

Fenomena “Ngangsu” Pertalite Diduga Marak di Salatiga, BBM Subsidi Dipindah dari Motor ke Jerigen

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:32

Panas bumi Gunung Ungaran Miliki Potensi Energi Sekitar 55 MW, Potensi Berkontribusi Sekitar 4-5 Persen Terhadap EBT Jawa Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:17

Kabar Baik! Undip Siap Beri Rekognisi SKS bagi Mahasiswa yang Nyantri

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:08

Ribuan Warga Penggaron Kidul Tumpah Ruah, Jalan Sehat dan Fun Run Semarakkan HUT RI ke-81

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:14

Pangdam IV/Diponegoro dan Keluarga Besar Kodam Rayakan Kemerdekaan dengan Penuh Kebersamaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:10

Lahir dari Perjuangan, Taj Yasin Apresiasi Tradisi Keilmuan Watucongol Tetap Terjaga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:04

Polres Kendal Kerahkan 63 Personel Patroli Dini Hari, Antisipasi Balap Liar dan Tawuran

Berita Terbaru