Unwahas Buka Prodi Teknik Pertambangan dan Fisioterapi, Perkuat SDM Masa Depan

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OposisiNews.com – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang terus memperkuat perannya dalam dunia pendidikan tinggi dengan membuka dua program studi (prodi) baru jenjang Strata Satu (S1), yakni Teknik Pertambangan dan Fisioterapi.

Kedua prodi tersebut telah memperoleh izin operasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan siap menerima mahasiswa baru mulai tahun akademik 2026/2027.

Rektor Unwahas, Prof. Dr. Ur. Helmy Purwanto, mengatakan Prodi Teknik Pertambangan berada di bawah Fakultas Teknik, sedangkan Prodi Fisioterapi masuk dalam Fakultas Keguruan, Olahraga, dan Kesehatan.

Menurutnya, pembukaan dua prodi baru ini menjadi bentuk komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

Unwahas juga telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran, termasuk laboratorium dan sarana praktik untuk mendukung proses akademik mahasiswa.

Seluruh kegiatan perkuliahan akan berlangsung di Kampus II Unwahas yang berlokasi di Nongkosawit, Gunungpati, Kota Semarang.

Prof Helmy menyampaikan hal itu usai peluncuran Prodi Teknik Pertambangan bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di Hotel PO Semarang, Sabtu (9/5/2026).

“Kami ingin memastikan mahasiswa mendapatkan fasilitas belajar yang lengkap sejak awal agar mampu berkembang secara maksimal,” ujarnya.

Dengan hadirnya Prodi Teknik Pertambangan, Unwahas menjadi perguruan tinggi pertama di Jawa Tengah yang membuka jurusan tersebut.

Langkah ini memberi kesempatan besar bagi lulusan SMA dan SMK yang ingin mendalami ilmu pertambangan tanpa harus melanjutkan studi ke luar provinsi.

Pada tahun pertama penerimaan mahasiswa baru, kampus menetapkan kuota sebanyak 40 mahasiswa.

Hingga saat ini, sebanyak 26 calon mahasiswa telah mendaftar, dan pihak kampus optimistis target tersebut akan tercapai.

Prof Helmy menjelaskan bahwa pembukaan prodi ini berangkat dari besarnya potensi sumber daya mineral di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Salah satu kendala utamanya adalah masih terbatasnya tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang energi dan sumber daya mineral (ESDM).

Melalui Prodi Teknik Pertambangan, Unwahas ingin melahirkan lulusan yang mampu mengelola potensi tambang secara profesional, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Kami ingin mencetak generasi yang mampu menjaga dan mengelola kekayaan alam Indonesia secara bertanggung jawab,” jelasnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan apresiasi atas langkah Unwahas membuka Prodi Teknik Pertambangan.

Ia menilai sektor pertambangan merupakan salah satu sektor strategis yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia unggul.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga profesional yang mampu mengelola potensi sumber daya alam nasional secara maksimal.

“Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari nikel, batu bara, hingga berbagai mineral lainnya. Kita membutuhkan SDM yang profesional agar potensi itu benar-benar memberi manfaat besar bagi bangsa. Kami berharap Unwahas ikut mengambil peran penting dalam hal tersebut,” ujar Bahlil. (liem)

Berita Terkait

Jepara Perkuat Syiar Keagamaan, Majelis Selawat Bersama Habib Syech Diusulkan Jadi Agenda Berkala
Raih Penghargaan SBBI 2026, Ahmad Luthfi Tegaskan Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan Jawa Tengah
Mobil Raib, Pelaku Dipenjara 20 Bulan, Korban: Grand Livina Saya Mana?
Dugaan Tambang Galian C Belum Berizin di Pagerejo Kertek Jadi Sorotan, APH Diminta Bertindak Tegas
Diduga Kebal Hukum, Pengangsu Solar Subsidi Masih Bebas Isi BBM di Dua SPBU Ambarawa
JAMAS Laporkan Dugaan Penyimpangan Pengadaan Proyek DPU Kabupaten Semarang ke Kejati Jateng
Hampir 3.000 Atlet Bertarung di Gubernur Jateng Cup 2026, Ajang Mencetak Bintang Taekwondo Masa Depan
Semarang Siap Sambut MTQ Nasional XXXI, Harmoni Al-Qur’an Jadi Semangat Utama

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:18

Jepara Perkuat Syiar Keagamaan, Majelis Selawat Bersama Habib Syech Diusulkan Jadi Agenda Berkala

Sabtu, 18 Juli 2026 - 01:16

Raih Penghargaan SBBI 2026, Ahmad Luthfi Tegaskan Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan Jawa Tengah

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:03

Mobil Raib, Pelaku Dipenjara 20 Bulan, Korban: Grand Livina Saya Mana?

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:10

Dugaan Tambang Galian C Belum Berizin di Pagerejo Kertek Jadi Sorotan, APH Diminta Bertindak Tegas

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:08

Diduga Kebal Hukum, Pengangsu Solar Subsidi Masih Bebas Isi BBM di Dua SPBU Ambarawa

Senin, 6 Juli 2026 - 10:34

JAMAS Laporkan Dugaan Penyimpangan Pengadaan Proyek DPU Kabupaten Semarang ke Kejati Jateng

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:02

Hampir 3.000 Atlet Bertarung di Gubernur Jateng Cup 2026, Ajang Mencetak Bintang Taekwondo Masa Depan

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:49

Semarang Siap Sambut MTQ Nasional XXXI, Harmoni Al-Qur’an Jadi Semangat Utama

Berita Terbaru