Waisak 2026 di Borobudur Diprediksi Pecahkan Rekor Kunjungan Umat

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OposisiNews.com – Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di kawasan Candi Borobudur diperkirakan akan menjadi salah satu perayaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Ribuan umat Buddha dari berbagai penjuru Indonesia bersiap hadir untuk mengikuti rangkaian ibadah suci yang dipusatkan di kawasan candi bersejarah tersebut.

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang hingga pertengahan Mei 2026 telah mencapai sekitar 23 ribu orang.

Jumlah itu diprediksi terus bertambah menjelang puncak acara, terutama saat prosesi pelepasan lampion perdamaian pada malam 31 Mei 2026.

Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono, menyampaikan bahwa peserta datang dari berbagai daerah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Jakarta, Banten, hingga berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Menurutnya, panitia bahkan telah menutup pendaftaran lebih awal karena jumlah peserta yang sangat besar dan keterbatasan kapasitas lokasi agar seluruh rangkaian acara tetap berjalan aman dan tertib.

Ia juga menjelaskan bahwa lonjakan pengunjung biasanya terjadi pada hari pelaksanaan, terutama saat pelepasan lampion.

Pada momen tersebut, tambahan pengunjung yang datang langsung diperkirakan bisa mencapai hampir 10 ribu orang.

Kondisi tersebut membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar Borobudur.

Hotel, homestay, penginapan warga, restoran, hingga pelaku usaha kecil mulai merasakan peningkatan kunjungan secara signifikan.

Banyak penginapan dilaporkan hampir penuh jauh sebelum hari puncak Waisak.

Situasi ini memberi peluang besar bagi masyarakat sekitar untuk meningkatkan pendapatan dari sektor wisata religi.

Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya, mengatakan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi bagian penting dalam kelancaran penyelenggaraan Waisak setiap tahunnya.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak awal Mei.

Salah satu agenda besar adalah bakti sosial kesehatan gratis yang akan digelar pada 23–24 Mei 2026 di kawasan Borobudur dengan target melayani sekitar 10 ribu pasien.

Selain itu, ritual sakral tahunan juga tetap dilaksanakan, seperti pengambilan Api Dharma dari Api Abadi Mrapen pada 29 Mei serta pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit pada 30 Mei.

Perjalanan Bhikkhu Thudong dari Bali menuju Borobudur juga menjadi perhatian khusus tahun ini.

Para bhikkhu menempuh perjalanan spiritual sejauh sekitar 660 kilometer menuju lokasi puncak perayaan Waisak.
Jumlah peserta thudong meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Tahun ini sebanyak 60 bhikkhu ikut serta, terdiri dari 50 bhikkhu asing dan 10 bhikkhu lokal.

Puncak Waisak akan berlangsung pada 31 Mei 2026 dengan detik-detik Waisak jatuh pada pukul 15.44 WIB.

Prosesi dimulai sejak pagi dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur.

Setelah prosesi utama selesai, ribuan lampion perdamaian akan diterbangkan dalam dua sesi mulai pukul 18.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan sendratari pada malam hari.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa Waisak bukan hanya perayaan keagamaan umat Buddha, tetapi juga menjadi simbol persatuan, toleransi, dan moderasi beragama di Indonesia.

Selain dihadiri ribuan umat, puncak Waisak 2026 juga dijadwalkan dihadiri Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar. (liem)

Berita Terkait

HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Kendal Tembus Kawasan Rob untuk Bantu Warga yang Masih Bertahan
Dugaan Pelangsiran Solar Subsidi di SPBU 44.534.12 Mengemuka, Warga Desak APH dan Pertamina Turun Tangan
Jalan Bergas Hancur Digilas Truk Tambang, Warga Tanam Pohon Pisang: Pemerintah dan Perusahaan Tunggu Korban Dulu?
Pelayanan SPMB Jateng Diperkuat, Ahmad Luthfi Tegaskan Tidak Ada Ruang untuk Praktik Titipan
Wagub Jateng Dorong Bahan Pangan MBG Dipasok dari Daerah Sendiri
Benahi Sektor Tambang, Ahmad Luthfi Perkuat Pengawasan Bersama KPK
Pemprov Jateng Kucurkan Rp37 Miliar untuk Betonisasi Jalan Jepara–Keling
Polres Semarang Bentuk Tim URC Satreskrim, Siaga 24 Jam Tangani Kejahatan dan Aksi Kreak

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:36

HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Kendal Tembus Kawasan Rob untuk Bantu Warga yang Masih Bertahan

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:12

Dugaan Pelangsiran Solar Subsidi di SPBU 44.534.12 Mengemuka, Warga Desak APH dan Pertamina Turun Tangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:43

Jalan Bergas Hancur Digilas Truk Tambang, Warga Tanam Pohon Pisang: Pemerintah dan Perusahaan Tunggu Korban Dulu?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:18

Pelayanan SPMB Jateng Diperkuat, Ahmad Luthfi Tegaskan Tidak Ada Ruang untuk Praktik Titipan

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:45

Benahi Sektor Tambang, Ahmad Luthfi Perkuat Pengawasan Bersama KPK

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:17

Pemprov Jateng Kucurkan Rp37 Miliar untuk Betonisasi Jalan Jepara–Keling

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:32

Polres Semarang Bentuk Tim URC Satreskrim, Siaga 24 Jam Tangani Kejahatan dan Aksi Kreak

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:00

Polres Jepara dan Duta Anti Narkoba Bersatu Cegah Penyalahgunaan Narkotika di Kalangan Pemuda

Berita Terbaru