Saluran Irigasi Rejoso Rusak Parah, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Semarang Terancam Tidak Bisa Ditanami

Rabu, 4 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reporter: Harjo

SUSUKAN,OPOSISINEWS.COM –  Kerusakan parah pada saluran irigasi Rejoso di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, kian meresahkan warga. Kebocoran tanggul yang masif membuat pasokan air macet total, hingga mengancam ketahanan pangan dan menyengsarakan ratusan petani di wilayah tersebut yang kini terancam tidak bisa menanam padi.

Kepala Desa Gentan, Mulyadi, mengungkapkan bahwa mayoritas warganya menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan sangat mengandalkan aliran irigasi Rejoso. Namun, kondisi infrastruktur yang rusak parah membuat air habis di tengah jalan sebelum sampai ke lahan persawahan warga.

Menurut Mulyadi, aliran irigasi Rejoso sebenarnya mencakup wilayah pertanian yang sangat luas. Aliran tersebut mengairi Desa Ketapang, Desa Gentan, Desa Sambal Ijo, hingga merambah ke Desa Bantengan di Kabupaten Boyolali.

“Karena tingkat kerusakan saluran itu, air sampai di Desa Gentan saja susah. Habis di jalan karena banyaknya kebocoran tanggul irigasi. Kalau musim penghujan, tanggulnya selalu jebol,” ujar Mulyadi saat ditemui awak media di Susukan .Rabu (4/11/2026).

Mulyadi menambahkan bahwa pihak desa sudah berupaya mengajukan bantuan ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) tingkat kecamatan, hingga mencoba mengetuk pintu aspirasi anggota dewan.

Pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi pun sempat datang meninjau dan meminta desa membuat proposal secara online.

Namun, hingga kini upaya tersebut membentur dinding penolakan tanpa arah yang jelas. “Kami disuruh membuat proposal, tapi mau diarahkan ke mana, kami tidak ada petunjuk. Kami juga sudah bilang-bilang ke aspirasi dewan, tapi selama ini belum ada yang mengabulkan,” keluhnya.

Dampak dari rusaknya fasilitas publik ini sangat masif. Akibat rusaknya infrastruktur ini, ada sekitar 500 hektar lahan pertanian di lima desa yang membentang hingga Kabupaten Boyolali kini mengalami kekeringan ekstrem dan sama sekali tidak teraliri air.

Kondisi ini membuat para petani di Desa Gentan kini terjebak dalam ketidakpastian. Mereka mengaku hanya bisa pasrah menunggu mukjizat cuaca dan terpaksa membiarkan lahan mereka menganggur.

Salah seorang perwakilan petani setempat mengeluhkan bahwa kini mereka hanya bisa menunggu musim penghujan tiba agar bisa mengolah lahan. Ia menegaskan bahwa saat musim kemarau, sawah mereka sama sekali tidak bisa ditanami karena air dari irigasi Rejoso tidak pernah sampai ke hilir.

Mewakili suara hati warganya, Mulyadi mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk segera turun tangan melakukan perbaikan fisik di lapangan secara nyata.

“Untuk itu, saya meminta dari pemerintah provinsi segera menangani terkait dengan keluh kesah petani, khususnya masyarakat Desa Gentan. Saya berharap dinas PU provinsi secepatnya menangani kerusakan saluran di Rejoso itu,” pungkas Mulyadi.(*)

Berita Terkait

Maju Lagi di Pilkades Tawang 2026, Kades Petahana M. Jatmiko Ditantang Istrinya Sendiri
Kondisi Darurat Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing: Angin Kencang Hambat Pemadaman Udara
Ubah Mustahik Jadi Muzaki, Baznas Jateng Salurkan Bantuan Modal Tahap I Rp5,25 Miliar
Hasil Mediasi SD Isriati di Hotel Ungaran: Sepakat Perbaiki Sistem Pengawasan dan Saling Memaafkan
Kabar Gembira! Pemprov Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan dan Pajak Progresif Mulai 21 September
Kabupaten Semarang Punya Wajah Baru! Proyek Pembangunan RTH dan Gedung Serba Guna Bawen Resmi Dimulai, Target Rampung 2027
Jaga Perdamaian Dunia, Prajurit Yonzipur 4/TK Diponegoro Pimpin Medal Parade Kontingen Garuda di Bangui
BKD Jateng Luncurkan Digitalisasi Lewat Sipanda BMD, BKD Jateng Kelola 3.754 Aset

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:21

Maju Lagi di Pilkades Tawang 2026, Kades Petahana M. Jatmiko Ditantang Istrinya Sendiri

Rabu, 4 November 2026 - 14:44

Saluran Irigasi Rejoso Rusak Parah, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Semarang Terancam Tidak Bisa Ditanami

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:47

Kondisi Darurat Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing: Angin Kencang Hambat Pemadaman Udara

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:25

Ubah Mustahik Jadi Muzaki, Baznas Jateng Salurkan Bantuan Modal Tahap I Rp5,25 Miliar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 02:19

Hasil Mediasi SD Isriati di Hotel Ungaran: Sepakat Perbaiki Sistem Pengawasan dan Saling Memaafkan

Sabtu, 19 September 2026 - 06:22

Kabar Gembira! Pemprov Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan dan Pajak Progresif Mulai 21 September

Jumat, 18 September 2026 - 14:41

Kabupaten Semarang Punya Wajah Baru! Proyek Pembangunan RTH dan Gedung Serba Guna Bawen Resmi Dimulai, Target Rampung 2027

Kamis, 17 September 2026 - 06:09

Jaga Perdamaian Dunia, Prajurit Yonzipur 4/TK Diponegoro Pimpin Medal Parade Kontingen Garuda di Bangui

Berita Terbaru