SEMARANG | OPOSISINEWS.COM – Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang akan menggelar kegiatan Ngaji Pancasila dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 mendatang.
Kegiatan yang mengusung tema kebangsaan dan persatuan tersebut akan dilaksanakan pada Senin malam di kediaman Wali Kota Semarang yang berada di Jalan Watu Kaji 172, Gedawang. Acara dikemas dalam bentuk sarasehan kebangsaan serta doa bersama lintas iman.
Ngaji Pancasila menghadirkan Abah Ali Gondrong sebagai pembicara utama.
Sejumlah tokoh penting juga dijadwalkan hadir, di antaranya Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, jajaran Forkopimda Kota Semarang, tokoh agama, organisasi keagamaan, hingga perwakilan penghayat kepercayaan.
Ketua Dewan Syuro FKSP, KH Sun Djok San, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat nilai persatuan dan mempererat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Ia menyebut, semangat kebinekaan harus terus dirawat agar masyarakat tetap hidup harmonis dan saling menghormati satu sama lain.
“Kami bersyukur Indonesia tetap berdiri kuat dengan semangat persatuan dan keberagaman yang dimiliki,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, rangkaian doa lintas agama dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat komitmen masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Sun Djok San menegaskan bahwa nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
FKSP juga berharap sinergi bersama Pemerintah Kota Semarang dapat menjadi contoh dalam menjaga kerukunan sosial dan memperkuat keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.
Sementara itu, Ketua Umum FKSP Kota Semarang, Achmad Rohani Albar, menilai kegiatan kebangsaan seperti Ngaji Pancasila semakin relevan di tengah tantangan sosial dan berkembangnya ujaran kebencian di ruang publik.
Menurut dia, bangsa Indonesia dibangun melalui semangat hidup berdampingan dalam perbedaan, sehingga budaya dialog dan saling menghargai perlu terus dipelihara.
“Pancasila lahir dari semangat kebersamaan dan kesediaan untuk saling mendengarkan,” katanya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari anggota Dewan Penasihat FKSP Kota Semarang, Gunoto Saparie.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sangat penting dalam menjaga persatuan dan memperkuat harmoni sosial.
Gunoto berharap Kota Semarang terus menjadi contoh daerah yang damai, rukun, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.







