SEMARANG | OPOSISINEWS.COM — Kerusakan jalan di sejumlah wilayah Kota Semarang mulai mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bergerak cepat memperbaiki ruas jalan yang rusak akibat tingginya aktivitas kendaraan bertonase berat.
Perbaikan dilakukan secara bertahap dengan target pengerjaan berlangsung mulai pertengahan Mei hingga Juni 2026.
Fokus utama penanganan berada di kawasan Semarang Barat hingga Ngaliyan yang selama ini banyak dikeluhkan warga karena kondisi jalan berlubang dan bergelombang.
Salah satu lokasi prioritas yakni ruas jalan di sekitar jembatan Panjangan.
Kondisi jalan yang rusak di kawasan tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengendara sehingga proses perbaikannya didahulukan.
Selain Panjangan, tim DPU juga mulai melakukan penanganan di sejumlah titik lain seperti Kalipancur, Jalan Kolonel R Warsito, serta area sekitar Islamic Center.
Pemerintah kota berharap perbaikan tersebut mampu memperlancar arus lalu lintas dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Agustina menjelaskan, sebelumnya Pemkot Semarang sempat merencanakan perbaikan di Jalan Pamularsih.
Namun rencana itu tidak dapat direalisasikan karena status jalan tersebut kini menjadi jalan nasional dan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
Dalam proses pengerjaan, DPU menggunakan metode penguatan struktur jalan agar hasil perbaikan lebih tahan lama.
Bagian jalan yang rusak digali hingga dasar, kemudian diperkuat menggunakan trucuk dan lapisan penyangga sebelum dilakukan pengaspalan ulang.
Menurut Agustina, metode tersebut diharapkan dapat mengurangi kerusakan berulang yang selama ini kerap terjadi akibat beban kendaraan berat.
Saat ini penanganan masih difokuskan menggunakan lapisan aspal karena perbaikan dilakukan di titik-titik tertentu.
Meski demikian, Pemkot Semarang juga membuka peluang melakukan betonisasi maupun overlay total pada ruas jalan yang membutuhkan perbaikan menyeluruh di masa mendatang.







