Di Balik Penghargaan Zaenal “Petir”, Potret Ketimpangan Akses Hukum Masih Menganga

Minggu, 19 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OposisiNews.com – Penganugerahan penghargaan kepada Zaenal Abidin Petir oleh IKADIN Kota Semarang menyisakan ironi: di tengah pujian atas dedikasi advokat pro bono, akses keadilan bagi masyarakat kecil masih belum menjadi arus utama sistem hukum.

Penghargaan Advokat Dedikasi Luhur Akses Keadilan itu diberikan dalam forum Rapat Anggota Cabang (RAC) di Metro Park View Hotel Kota Lama Semarang, Sabtu (18/4/2026). Zaenal dikenal konsisten mendampingi kelompok rentan, dari pelajar hingga pedagang kecil, dalam berbagai perkara yang kerap luput dari perhatian.

Namun, kiprah tersebut justru menegaskan persoalan mendasar: ketika satu nama menjadi sorotan karena keberpihakan pada masyarakat kecil, itu sekaligus menunjukkan betapa minimnya dukungan sistemik yang tersedia.

Ketua DPC IKADIN Kota Semarang, Sunarto, mengakui masih banyak warga kesulitan memperoleh bantuan hukum akibat biaya dan keterbatasan akses. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa hukum masih menjadi “barang mahal” bagi sebagian masyarakat.

Di sisi lain, penghargaan semacam ini dinilai berpotensi menjadi simbolis jika tidak diikuti pembenahan nyata. Bantuan hukum gratis yang bergantung pada idealisme individu rentan tidak berkelanjutan dan tidak mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Zaenal sendiri menegaskan bahwa langkahnya dilandasi niat membantu sesama. Namun, kondisi tersebut memunculkan kritik: keadilan seharusnya tidak bergantung pada kebaikan hati segelintir orang, melainkan hadir sebagai hak yang dijamin dan difasilitasi negara.

Sekretaris Jenderal DPP IKADIN, Rivai Kusumanegara, menyoroti tantangan reformasi hukum ke depan, termasuk implementasi aturan baru. Meski demikian, tanpa perbaikan akses di tingkat praktik, reformasi regulasi berisiko tidak menyentuh kebutuhan masyarakat paling rentan.

Momentum penghargaan ini pada akhirnya bukan hanya tentang pengakuan terhadap satu advokat, tetapi juga cermin bagi sistem hukum itu sendiri. Ketika dedikasi personal menjadi pengecualian yang menonjol, pertanyaannya bukan lagi siapa yang layak diapresiasi, melainkan mengapa keadilan belum terasa merata.(01)

Berita Terkait

Diduga Tambang Batu Ilegal di Kali Arus Batang Beroperasi Bertahun-Tahun ” Publik Tagih Ketegasan APH dan ESDM
Digerebek Warga Usai Kepergok Keluar dari Rumah Perempuan, Oknum Modin di Jepara Diamankan Polisi
Diduga Ada Praktik Pungli Berkedok Koordinasi, Nama Oknum Satpol PP Demak Disebut-sebut dalam Keluhan Pengusaha Kafe
Diduga Rem Blong, Truk Tangki Seruduk Kendaraan dan Warung di Turunan Bawen, Satu Pengendara Tewas
Dua Rumah di Desa Jiworejo Ludes Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah
Rumah Kayu Milik Warga Kedungtuban Blora Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
Liburan Keluarga di Temanggung Berakhir Duka, Empat Pengunjung Glamping Ditemukan Tak Bernyawa
Latihan Dayung Berujung Duka, Dua Atlet Muda PODSI Pemalang Ditemukan Meninggal

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:50

Diduga Tambang Batu Ilegal di Kali Arus Batang Beroperasi Bertahun-Tahun ” Publik Tagih Ketegasan APH dan ESDM

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:19

Diduga Ada Praktik Pungli Berkedok Koordinasi, Nama Oknum Satpol PP Demak Disebut-sebut dalam Keluhan Pengusaha Kafe

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:42

Diduga Rem Blong, Truk Tangki Seruduk Kendaraan dan Warung di Turunan Bawen, Satu Pengendara Tewas

Sabtu, 30 Mei 2026 - 00:38

Dua Rumah di Desa Jiworejo Ludes Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:24

Rumah Kayu Milik Warga Kedungtuban Blora Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:17

Liburan Keluarga di Temanggung Berakhir Duka, Empat Pengunjung Glamping Ditemukan Tak Bernyawa

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:00

Latihan Dayung Berujung Duka, Dua Atlet Muda PODSI Pemalang Ditemukan Meninggal

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:27

Kejar Konten Viral, Warga Kudus Sebar Hoaks Pocong dan Berakhir Ditangkap Polisi

Berita Terbaru