Sawah Tertutup Lumpur Banjir, Petani Grobogan Berharap Segera Bisa Tanam Lagi

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GROBOGAN | OPOSISINEWS.COM – Bencana jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, beberapa bulan lalu masih menyisakan dampak bagi warga.

Hingga kini, sejumlah lahan pertanian belum dapat dimanfaatkan akibat tertimbun material lumpur banjir.

Kondisi tersebut disampaikan warga saat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menghadiri kegiatan bantuan kemasyarakatan Presiden RI di Desa Tinanding, Rabu (27/5/2026).

Salah satu petani, Sumarsih, mengaku sawah miliknya seluas kurang lebih 1,5 hektare tidak bisa lagi ditanami setelah terdampak banjir.

Endapan lumpur yang cukup tebal membuat posisi tanah sawah menjadi lebih tinggi dibanding area di sekitarnya.

Akibatnya, aliran air irigasi tidak dapat masuk ke lahan tersebut sehingga sawah menjadi kering dan terbengkalai.

Ia berharap pemerintah dapat membantu melakukan pengerukan agar kondisi lahan kembali normal dan bisa digunakan untuk bercocok tanam seperti sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Sekda Jateng bersama sejumlah pihak terkait langsung meninjau lokasi persawahan yang terdampak.

Dari hasil pengecekan di lapangan, sedimentasi lumpur dinilai menjadi penyebab utama terganggunya sistem pengairan di area tersebut.

Sumarno mengatakan, persoalan itu perlu segera ditangani karena menyangkut kebutuhan hidup masyarakat yang bergantung pada hasil pertanian.

Menurutnya, solusi yang paling memungkinkan saat ini adalah melakukan pengerukan tanah agar elevasi sawah kembali sejajar dengan lahan di sekelilingnya.

Dengan begitu, air irigasi dapat kembali mengalir dan sawah bisa difungsikan kembali untuk musim tanam berikutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa wilayah Desa Tinanding termasuk kawasan pertanian produktif yang masuk dalam kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Selain dikenal subur, wilayah tersebut didukung jaringan irigasi penting yang menunjang pertanian di Kabupaten Grobogan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, akan melakukan koordinasi lanjutan untuk menentukan langkah teknis penanganan pascabanjir agar lahan warga dapat segera dipulihkan.

Menurut Sumarno, pemulihan lahan pertanian menjadi prioritas karena sawah tersebut merupakan sumber penghasilan utama masyarakat setempat.

Berita Terkait

Pemkot Semarang Kebut Perbaikan Jalan Rusak di Semarang Barat dan Ngaliyan
Sapi Kurban Presiden Jadi Penguat Semangat Warga Tinanding Pascabencana
Idul Adha 1447 H di Mapolda Jateng Penuh Keakraban, Polri dan Warga Salat Bersama
Kompak! Warga RT 05 RW 03 Kaliwiru Laksanakan Amanah Sembelih Hewan Kurban dari DAM Tamatu’
Bolonemase Indonesia Kota Semarang Tebar Kepedulian Lewat Kurban di Momen HUT ke-3
Bupati Semarang Tinjau Pasar Pon Ambarawa Bawen, Pastikan Hewan Kurban Bebas PMK
Perang Obor Jepara Kembali Membara, Gus Yasin Dorong Jadi Magnet Wisata Budaya
Rupiah Borobudur Playon 2026 Siap Sedot Ribuan Wisatawan, UMKM Jateng Ikut Terdongkrak

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:30

Pemkot Semarang Kebut Perbaikan Jalan Rusak di Semarang Barat dan Ngaliyan

Kamis, 28 Mei 2026 - 00:42

Sawah Tertutup Lumpur Banjir, Petani Grobogan Berharap Segera Bisa Tanam Lagi

Kamis, 28 Mei 2026 - 00:23

Sapi Kurban Presiden Jadi Penguat Semangat Warga Tinanding Pascabencana

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:49

Kompak! Warga RT 05 RW 03 Kaliwiru Laksanakan Amanah Sembelih Hewan Kurban dari DAM Tamatu’

Rabu, 27 Mei 2026 - 05:30

Bolonemase Indonesia Kota Semarang Tebar Kepedulian Lewat Kurban di Momen HUT ke-3

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:06

Bupati Semarang Tinjau Pasar Pon Ambarawa Bawen, Pastikan Hewan Kurban Bebas PMK

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:43

Perang Obor Jepara Kembali Membara, Gus Yasin Dorong Jadi Magnet Wisata Budaya

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:56

Rupiah Borobudur Playon 2026 Siap Sedot Ribuan Wisatawan, UMKM Jateng Ikut Terdongkrak

Berita Terbaru