KLATEN, OposisiNews.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027 harus berjalan jujur, transparan, dan bebas praktik titipan.
Penegasan itu disampaikan saat pembukaan SPMB di SMAN 1 Kemalang, Selasa (19/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi mengingatkan seluruh pihak agar tidak mencoba memanfaatkan proses penerimaan siswa untuk kepentingan pribadi.
Ia bahkan mengusung slogan “No Titip-titip, No Jastip” sebagai simbol komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga integritas pelaksanaan SPMB.
“Kalau ada yang mencoba menitipkan siswa atau memakai jasa penitipan, kami akan tindak tegas. Semua harus mengikuti aturan,” kata Luthfi.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak bergantung pada sekolah favorit semata, melainkan pada semangat siswa dalam belajar dan mengembangkan kemampuan diri.
Luthfi juga meminta masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan SPMB agar seluruh proses berjalan terbuka dan adil.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, tidak akan ragu menyerahkan persoalan hukum kepada aparat jika menemukan pelanggaran dalam proses penerimaan siswa baru.
“Kami ingin membangun kepercayaan masyarakat melalui sistem pendidikan yang bersih,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan daya tampung SPMB 2026/2027 mencapai 231.724 kursi yang terbagi dalam 6.442 rombongan belajar.
Jumlah itu mencakup sekitar 40 persen dari total lulusan SMP sederajat di Jawa Tengah yang mencapai 567.500 siswa.
Pemprov Jateng juga memperluas akses pendidikan melalui kerja sama dengan 139 SMA/SMK swasta dalam program sekolah kemitraan.
Program tersebut menyediakan kuota bagi 5.004 siswa dari keluarga kurang mampu dengan biaya pendidikan yang sepenuhnya ditanggung pemerintah provinsi.
Sadimin menjelaskan, sistem SPMB tahun ini memanfaatkan integrasi sejumlah data seperti Dapodik, EMIS Kemenag, DTSEN, hingga data kependudukan Dispermasdesdukcapil Jateng.
Selain itu, Pemprov Jawa Tengah kini mengembangkan sistem informasi SPMB secara mandiri tanpa melibatkan pihak ketiga sehingga sekolah tidak lagi menanggung biaya operasional sistem.
“Tahun lalu pelaksanaan SPMB Jawa Tengah berjalan baik dan minim persoalan. Tahun ini kami berharap hasilnya lebih maksimal,” kata Sadimin.







