Dugaan Kebocoran PAD Tambang Klaten Rp1,287 Triliun Disorot di DPRD, P3AD Desak APH Usut Tuntas

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLATEN | Oposisinews.com – Dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertambangan di Kabupaten Klaten senilai sekitar Rp1,287 triliun menjadi perhatian serius dalam audiensi yang digelar di DPRD Kabupaten Klaten,Beberapa waktu lalu.

Dalam forum tersebut, Ketua Penelitian dan Pengembangan Pendapatan Asli Daerah (P3AD) Klaten, Sriyono, mengungkapkan hasil kajian yang menurutnya menunjukkan adanya potensi kebocoran penerimaan daerah dari aktivitas pertambangan. Temuan itu disampaikan sebagai bahan evaluasi sekaligus dorongan agar dilakukan penelusuran oleh pihak berwenang.

“P3AD meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara menyeluruh sehingga persoalan ini menjadi terang dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” ujar Sriyono dalam audiensi.

Menurut P3AD, apabila dugaan tersebut terbukti melalui proses audit maupun penyelidikan, maka kerugian daerah yang ditimbulkan harus dipulihkan dan pihak yang terbukti melanggar hukum wajib dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain mendorong penegakan hukum, P3AD juga meminta Pemerintah Kabupaten Klaten memperkuat sistem pengawasan sektor pertambangan, mulai dari pendataan produksi, perizinan, hingga mekanisme pemungutan retribusi dan pajak daerah agar potensi PAD tidak kembali bocor.

Menanggapi aspirasi tersebut, DPRD Kabupaten Klaten menyatakan akan menindaklanjuti masukan yang disampaikan dalam audiensi sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap pengelolaan pendapatan daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Klaten maupun pihak lain yang berkaitan dengan dugaan tersebut. Karena itu, informasi yang disampaikan P3AD masih memerlukan verifikasi, klarifikasi, dan pembuktian melalui mekanisme audit serta proses hukum oleh instansi yang berwenang.

Oposisinews.com menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak yang disebut atau merasa berkepentingan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan Kode Etik Jurnalistik.

Kontributor | Nyoto Suhendra 

Berita Terkait

Ditengarai Kontraktor Langgar Aturan, Tanah Galian Proyek Drainase Rp400 Juta di Pesayangan Diduga Dijual
Cekcok Berujung Maut, Pemuda Blora Cekik Kekasih dan Buang Jasadnya di Lereng Tol Jangli
Viral Tiga Remaja Naik Motor Bawa Senjata Tajam Diamankan Polisi
Geger! Warga Bandungan Temukan Bayi di Bawah Pohon Mahoni
SH Terate Masih Bersengketa, LHA Soroti Perkara Merek, Kepengurusan hingga Padepokan
Galian C di Ngabean Boja Diduga Masih Beroperasi, Legalitas Dipertanyakan,  LAI BPAN Jateng Desak ESDM dan APH Bertindak
707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan MBG, Vio Sari Desak Pengusutan Tuntas
Diduga Jadi Lapak Togel di Pasar Hewan Jelok Boyolali, Warga Minta Polisi Bertindak Tegas

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 06:07

Ditengarai Kontraktor Langgar Aturan, Tanah Galian Proyek Drainase Rp400 Juta di Pesayangan Diduga Dijual

Sabtu, 5 September 2026 - 04:05

Cekcok Berujung Maut, Pemuda Blora Cekik Kekasih dan Buang Jasadnya di Lereng Tol Jangli

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:55

Viral Tiga Remaja Naik Motor Bawa Senjata Tajam Diamankan Polisi

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:16

Geger! Warga Bandungan Temukan Bayi di Bawah Pohon Mahoni

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:46

SH Terate Masih Bersengketa, LHA Soroti Perkara Merek, Kepengurusan hingga Padepokan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:13

Galian C di Ngabean Boja Diduga Masih Beroperasi, Legalitas Dipertanyakan,  LAI BPAN Jateng Desak ESDM dan APH Bertindak

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:42

707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan MBG, Vio Sari Desak Pengusutan Tuntas

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:30

Diduga Jadi Lapak Togel di Pasar Hewan Jelok Boyolali, Warga Minta Polisi Bertindak Tegas

Berita Terbaru